Bangkok Keluarkan Peringatan Polusi PM2.5, Warga Diminta Waspada

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 2 Desember 2025 - 20:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkok Keluarkan Peringatan Polusi PM2.5, Warga Diminta Waspada

Bangkok Keluarkan Peringatan Polusi PM2.5, Warga Diminta Waspada

Kualitas udara di Bangkok kembali memburuk akibat lonjakan debu halus PM2.5 yang menyelimuti sebagian besar wilayah Thailand. Tingkat polusi yang mencapai kategori berbahaya mendorong pemerintah mengaktifkan sistem peringatan melalui telepon seluler untuk seluruh penduduk ibu kota.

Lima Provinsi Masuk Zona Merah

Badan Teknologi Geospasial dan Antariksa Thailand (GISTDA) melaporkan pada 1 Desember bahwa hujan debu PM2.5 terjadi di hampir seluruh wilayah negara.

  • 5 provinsi tercatat masuk zona merah, yaitu kategori polusi berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan.

  • 41 provinsi lainnya berada di zona oranye, yakni tingkat polusi yang mulai mengancam kesehatan kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

48 Distrik Bangkok Melewati Ambang Batas Aman

Di Bangkok sendiri, GISTDA menemukan 48 distrik mengalami lonjakan PM2.5 melampaui ambang batas kesehatan.
Data pusat informasi kualitas udara kota menunjukkan konsentrasi PM2.5 mencapai 45 μg/m³ pada pukul 07.00, 1 Desember — jauh di atas standar nasional Thailand sebesar 37,5 μg/m³.

Pihak berwenang memperingatkan bahwa konsentrasi ini masih berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Baca Juga :  Sinyal Reda Tensi Dagang, Tiongkok Beli Gandum AS Setelah Setahun Vakum

Peringatan Darurat Lewat Telepon Seluler

Departemen Pengendalian Polusi Thailand (PCD) telah mengaktifkan sistem siaran peringatan melalui telepon seluler untuk menginformasikan warga mengenai tingginya polusi PM2.5.

Langit kota Bangkok tampak abu-abu pekat pada pagi hari 2 Desember, sebagaimana terlihat dalam foto yang dirilis AFP.

Rekomendasi Pemerintah Bangkok

Pemerintah kota memperkirakan kondisi buruk ini akan berlangsung hingga 3 Desember. Warga diminta untuk:

  • Menggunakan masker ketika berada di luar ruangan

  • Menghindari aktivitas fisik berat di luar

  • Membatasi waktu di luar rumah

  • Penderita penyakit bawaan dianjurkan tetap berada di dalam ruangan

Sementara itu, provinsi-provinsi seperti Phuket, Krabi, Mae Hong Son, Chiang Mai, dan Phatthalung melaporkan kualitas udara lebih baik, dengan tingkat PM2.5 berada di kisaran 20–24,9 μg/m³.

Penyebab Polusi Meningkat

Wakil juru bicara pemerintah, Lalida Persvivatana, menjelaskan bahwa peningkatan debu halus dipengaruhi oleh:

  • Tekanan tinggi dari wilayah Tiongkok yang mulai melemah

  • Aktivitas pembakaran jerami di wilayah tengah dan timur laut Thailand
    Kombinasi faktor tersebut mendorong kabut asap masuk ke Bangkok.

Baca Juga :  PSG Ukir Sejarah 2025 dengan Enam Gelar, Safonov Jadi Pahlawan di Piala Interkontinental

Jika kondisi cuaca tidak membaik, sejumlah wilayah yang kini berada di zona oranye berpotensi naik menjadi zona merah. Namun, pemerintah berharap kualitas udara dapat membaik seiring perubahan arah angin dan meningkatnya sirkulasi atmosfer.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru