BAZNAS RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza, Palestina, yang terdampak konflik berkepanjangan. Kali ini, bantuan difokuskan pada distribusi selimut sebagai respons terhadap cuaca dingin ekstrem yang memperberat kondisi hidup warga, terutama di area pengungsian dan hunian sementara.
Sebanyak 300 selimut didistribusikan kepada warga Gaza sebagai upaya menjaga kondisi fisik mereka di tengah suhu rendah. Bantuan ini dipandang mendesak karena banyak keluarga tinggal di tempat yang tidak lagi layak akibat kerusakan bangunan dan keterbatasan perlindungan dari cuaca.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, menjelaskan bahwa kebutuhan kehangatan menjadi prioritas penting saat ini. Menurutnya, warga Gaza tidak hanya menghadapi masalah pangan, tetapi juga ancaman kesehatan akibat udara dingin yang ekstrem.
Ia menekankan bahwa anak-anak dan lansia termasuk kelompok yang paling rentan terhadap penyakit saat suhu menurun. Karena itu, distribusi selimut diposisikan sebagai bantuan perlindungan dasar yang dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh keluarga penerima di lapangan.
BAZNAS menyebut bantuan ini menyasar warga yang bertahan di kamp-kamp pengungsian maupun bangunan sementara di wilayah Kota Gaza. Dalam kondisi krisis kemanusiaan yang belum mereda, kehadiran bantuan sederhana seperti selimut dinilai mampu memberi kenyamanan dan mengurangi beban harian para penyintas.
Saidah juga menegaskan bahwa BAZNAS terus berupaya memastikan bantuan dari masyarakat Indonesia sampai kepada penerima yang tepat. Penekanan pada ketepatan sasaran dan akuntabilitas menjadi bagian penting dalam menjaga amanah publik terhadap lembaga pengelola zakat.
Menurutnya, BAZNAS akan terus mengirimkan bantuan selama rakyat Palestina masih membutuhkan dukungan kemanusiaan. Ia menggambarkan selimut yang dibagikan bukan sekadar barang kebutuhan, tetapi juga simbol kepedulian dan solidaritas masyarakat Indonesia kepada warga Gaza.
BAZNAS menegaskan proses pengelolaan bantuan dilakukan secara transparan dan akuntabel, mulai dari penghimpunan dana hingga implementasi di lapangan. Pernyataan ini disampaikan untuk meyakinkan masyarakat bahwa kontribusi yang diberikan melalui zakat, infak, dan sedekah disalurkan secara bertanggung jawab.
Selain melaporkan distribusi bantuan, Saidah juga mengajak masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan bagi warga Palestina. Ia menyampaikan keyakinan bahwa dana yang disalurkan melalui BAZNAS akan dikelola tepat sasaran, baik untuk bantuan darurat maupun misi kemanusiaan yang lebih luas.
Melalui distribusi 300 selimut ini, BAZNAS kembali menegaskan peran zakat dalam penguatan solidaritas kemanusiaan lintas negara. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga Gaza menghadapi musim dingin, sekaligus menjaga harapan bahwa dukungan dari Indonesia terus hadir di tengah krisis.






