Pemerintah Kabupaten Sumedang resmi melepas pelaksanaan Program Alumni Pejuang Digital yang digagas para alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan. Melalui program ini, sebanyak 48 alumnus LPDP lulusan S2 dan S3 akan mengajar di sekolah dasar untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan sekaligus mempercepat transformasi digital pada level yang paling mendasar.
Para relawan yang terlibat berasal dari beragam perguruan tinggi ternama di dalam dan luar negeri. Kehadiran mereka bukan sekadar menambah tenaga pengajar, tetapi juga membawa pengalaman akademik, wawasan global, dan perspektif baru yang diharapkan dapat memberi warna berbeda bagi proses belajar di sekolah dasar. Dalam konteks pendidikan daerah, ini menjadi bentuk kolaborasi yang cukup strategis antara sumber daya nasional dan kebutuhan lokal.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan apresiasi atas kehadiran para alumni LPDP tersebut. Ia menyebut pengabdian mereka sebagai bentuk kontribusi nyata yang membawa harapan baru bagi Sumedang. Menurutnya, kehadiran para relawan ini bukan hanya soal kegiatan mengajar, tetapi juga tentang menghadirkan inspirasi dan semangat perubahan di lingkungan pendidikan dasar.
Dony menilai program ini sangat relevan dengan tantangan pendidikan masa kini, terutama di tengah percepatan digitalisasi. Ia berharap para alumni dapat menginspirasi siswa untuk berpikir kritis, mengenal dunia digital secara lebih sehat, dan membangun rasa percaya diri dalam menghadapi perubahan zaman. Dengan kata lain, yang dibawa para relawan bukan cuma materi pelajaran, tetapi juga cara pandang yang lebih luas terhadap masa depan.
Pemerintah Kabupaten Sumedang sendiri disebut telah lebih dulu memiliki arah kebijakan yang kuat melalui Program Transformasi Sekolah Simpati. Program ini mencakup empat pilar utama, yaitu transformasi kurikulum, pendidik dan tenaga kependidikan, peserta didik, serta transformasi digital. Kehadiran Alumni Pejuang Digital dipandang selaras dengan kerangka tersebut karena bisa memperkuat ekosistem perubahan yang sudah mulai dibangun pemerintah daerah.
Dony juga menegaskan bahwa manfaat program ini tidak hanya akan dirasakan siswa, tetapi juga para guru. Menurutnya, para pendidik di Sumedang berpeluang memperoleh dampak positif dari interaksi dengan para alumni LPDP, terutama dalam membangun pola belajar yang lebih adaptif dan terbuka. Ini penting, karena transformasi digital di sekolah tidak akan jalan kalau yang berubah hanya murid, sementara gurunya dibiarkan menatap teknologi seperti lihat makhluk asing dari planet sebelah.
Selain pembelajaran di sekolah, Bupati menyoroti pentingnya kolaborasi lebih luas melalui gagasan “Jembatan Ilmu”, yaitu pertemuan antara pengetahuan global dan potensi desa. Ia ingin ilmu yang dibawa para alumni tidak berhenti di ruang kelas, tetapi bisa menjangkau masyarakat secara lebih luas dan menjadi bagian dari gerakan perubahan yang hidup di tingkat akar rumput.
Untuk mendukung keberhasilan program ini, Dony meminta camat, kepala desa, dan sekolah-sekolah di Sumedang ikut berperan aktif. Ia menegaskan pentingnya menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para relawan serta membuka ruang kolaborasi yang maksimal dengan sekolah dan desa. Jika dukungan ini berjalan sesuai harapan, maka Program Alumni Pejuang Digital bukan hanya menjadi agenda pengabdian jangka pendek, tetapi bisa berkembang menjadi model kerja sama yang memperkuat pendidikan dasar dan mempercepat transformasi digital di Sumedang secara lebih nyata.






