Startup AS Bangun “Sekolah” Robot Humanoid, Apollo Dilatih Kerjakan Berbagai Tugas Sehari-hari

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah model robot humanoid Agibot. Foto: Agibot

Sebuah model robot humanoid Agibot. Foto: Agibot

Startup robotika asal Amerika Serikat, Apptronik, membangun fasilitas pelatihan khusus bagi robot humanoid bernama Robot Park di Austin, Texas. Area seluas hampir 8.400 meter persegi tersebut dirancang sebagai tempat robot Apollo mempelajari berbagai tugas sebelum diterapkan di dunia industri maupun kehidupan sehari-hari.

Di pusat pelatihan ini, robot humanoid Apollo menjalani beragam simulasi pekerjaan, mulai dari memindahkan barang di jalur konveyor, menyortir benda ke dalam wadah tertentu, hingga menjalankan aktivitas fisik yang bertujuan meningkatkan kemampuan motoriknya. Selama proses tersebut, para teknisi terus melakukan pemantauan, memberikan arahan, dan mengevaluasi setiap gerakan robot.

Robot Park beroperasi setiap hari tanpa henti. Seluruh data yang dikumpulkan dari sesi pelatihan digunakan untuk menyempurnakan model kecerdasan buatan (AI) yang menjadi “otak” Apollo. Dengan semakin banyak pengalaman yang diperoleh, robot diharapkan mampu bekerja lebih efektif di lingkungan pabrik maupun rumah tangga.

“Tempat ini pada dasarnya merupakan taman bermain bagi robot untuk belajar,” ujar Jeff Cardenas, Co-Founder sekaligus CEO Apptronik, seperti dikutip dari Business Insider.

Robot Belajar dari Data Dunia Nyata

Menurut Cardenas, salah satu tantangan terbesar dalam mengembangkan robot otonom adalah minimnya data nyata untuk proses pembelajaran. Berbeda dengan chatbot AI yang dapat dilatih menggunakan miliaran teks dan gambar dari internet, robot membutuhkan pengalaman langsung agar mampu memahami berbagai situasi di dunia fisik.

Baca Juga :  Gemini 3, Mengungkap Tiga Fitur Paling Revolusioner yang Membentuk Masa Depan AI Google

Karena itulah Apptronik membangun Robot Park sebagai lingkungan khusus untuk menghasilkan data operasional yang lebih realistis. Data tersebut menjadi fondasi dalam meningkatkan kemampuan robot menjalankan berbagai pekerjaan secara mandiri.

Ke depan, Apptronik berencana membangun lebih banyak fasilitas serupa di berbagai negara.

“Saya ingin melihat pusat pelatihan robot hadir di seluruh dunia, bahkan terbuka untuk masyarakat agar mereka bisa menyaksikan secara langsung bagaimana masa depan sedang dibangun,” kata Cardenas.

Berawal dari Laboratorium Universitas

Apptronik didirikan pada 2016 sebagai perusahaan rintisan yang lahir dari Human Centered Robotics Lab (HCRL) di University of Texas. Awalnya perusahaan mengembangkan sistem robotika berdasarkan teknologi yang digunakan dalam DARPA Robotics Challenge, kompetisi yang didukung militer Amerika Serikat untuk menciptakan robot yang mampu membantu penanganan bencana.

Pada tahap awal, Apptronik lebih banyak memproduksi komponen robot untuk perusahaan lain. Namun, perusahaan memiliki visi jangka panjang untuk menghadirkan robot humanoid serbaguna yang dapat digunakan di berbagai sektor industri.

Robot humanoid Apollo generasi pertama diperkenalkan pada 2023. Saat ini Apptronik tengah mengembangkan Apollo 2 yang dibekali peningkatan pada baterai, motor penggerak, serta sensor untuk mendukung pengumpulan data dan pengujian bersama pelanggan.

Baca Juga :  Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru

Robot tersebut memiliki tinggi sekitar 1,8 meter, mampu beroperasi hingga empat jam, dan dapat mengangkat beban seberat 25 kilogram menggunakan kedua tangannya. Sementara itu, Apollo 3 yang ditujukan untuk penggunaan komersial masih dalam tahap pengembangan.

Hingga saat ini Apptronik telah memperoleh pendanaan sekitar US$1 miliar dengan valuasi perusahaan melampaui US$5,5 miliar.

Salah satu investornya adalah Mercedes-Benz, yang mulai memanfaatkan robot Apollo untuk membantu pekerjaan sederhana di pabrik, seperti mengangkut komponen dan peralatan menuju jalur perakitan.

Selain itu, DeepMind, divisi riset kecerdasan buatan milik Google, juga menggunakan Apollo sebagai bagian dari pengembangan Gemini Robotics, model AI yang dirancang khusus untuk robot.

Persaingan di bidang robot humanoid juga semakin ketat di China. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai pusat pelatihan robot bermunculan dengan dukungan pemerintah.

Salah satunya adalah fasilitas Kylin di Shanghai yang diresmikan pada Januari lalu. Pusat pelatihan seluas lebih dari 5.000 meter persegi itu mampu melatih lebih dari 100 robot humanoid secara bersamaan melalui berbagai skenario pekerjaan, termasuk pengelasan dan otomotif. Pada 2027, fasilitas tersebut menargetkan dapat mengoperasikan hingga 1.000 robot sekaligus.

Baca Juga :  Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Sementara itu, pada Mei lalu China juga membuka pusat demonstrasi aplikasi robot humanoid di Hangzhou, Provinsi Zhejiang. Fasilitas tersebut diawali dengan 130 robot yang menjalankan lebih dari 30 skenario pekerjaan, mulai dari layanan katering, ritel otomatis, pertunjukan, inspeksi jaringan listrik, panen buah, hingga pekerjaan bawah tanah.

Dengan semakin banyaknya pusat pelatihan yang dibangun di berbagai negara, pengembangan robot humanoid diperkirakan akan berlangsung semakin cepat. Kehadiran fasilitas seperti Robot Park menjadi bagian penting dalam mempersiapkan robot agar mampu bekerja secara aman, efisien, dan adaptif di berbagai sektor industri pada masa depan.

Berita Terkait

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink
Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar
Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC
Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia
Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru
OpenAI Pertimbangkan Sora Masuk ke ChatGPT untuk Bikin Video Langsung
Netflix Akuisisi InterPositive, Startup AI Ben Affleck untuk Pasca Produksi
Harga RAM Samsung untuk Apple Naik Tajam, iPhone dan Mac Terancam Lebih Mahal
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:13 WIB

Startup AS Bangun “Sekolah” Robot Humanoid, Apollo Dilatih Kerjakan Berbagai Tugas Sehari-hari

Selasa, 7 April 2026 - 09:41 WIB

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar

Rabu, 1 April 2026 - 09:24 WIB

Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia

Berita Terbaru