Badan Amil Zakat Nasional atau BAZNAS RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina selama Ramadan 2026. Kali ini, bantuan yang dikirim berupa 33.917 paket pangan yang didistribusikan ke sejumlah wilayah, termasuk Gaza, Khan Younis, dan Al-Quds atau Yerusalem.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari program darurat pangan yang dijalankan BAZNAS untuk membantu masyarakat yang saat ini menghadapi keterbatasan akses logistik. Di tengah kondisi keamanan dan ekonomi yang belum stabil, bantuan pangan dinilai menjadi kebutuhan paling mendesak bagi banyak keluarga, terutama kelompok rentan.
Setiap paket yang disalurkan berisi bahan pangan bergizi yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian penerima manfaat. Program ini difokuskan untuk menjangkau warga terdampak yang mengalami kesulitan dalam memperoleh pasokan kebutuhan pokok secara layak dan berkelanjutan.
Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, menjelaskan bahwa program ini dapat terlaksana berkat dukungan dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun dari masyarakat Indonesia. Menurutnya, bantuan tersebut adalah bentuk nyata kepedulian publik Tanah Air terhadap penderitaan yang masih dialami warga Palestina.
Subhan menegaskan bahwa tim di lapangan tetap berupaya memastikan distribusi berjalan tepat sasaran meski akses kemanusiaan di wilayah tersebut penuh tantangan. Pihak yang diprioritaskan antara lain lansia, anak-anak, serta keluarga yang paling terdampak situasi. Dalam kondisi seperti ini, logistik bukan sekadar soal barang sampai, tapi juga soal bagaimana harapan tetap ikut terkirim.
Ia juga menyebut distribusi bantuan di Palestina memerlukan koordinasi yang sangat rinci karena karakter wilayah yang sensitif. Untuk itu, BAZNAS RI terus memperkuat jaringan mitra lokal agar bantuan dari Indonesia bisa masuk dengan lebih konsisten dan menjangkau penerima yang benar-benar membutuhkan, terutama di Gaza dan Yerusalem.
Dalam keterangannya, BAZNAS menekankan bahwa setiap paket pangan bukan hanya bantuan material, tetapi juga simbol solidaritas masyarakat Indonesia. Pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa warga Palestina tidak sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit yang masih berlangsung hingga kini.
Melalui langkah ini, BAZNAS berharap beban ekonomi keluarga-keluarga Palestina dapat sedikit diringankan. Program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan lembaga itu dalam mendukung perjuangan kemanusiaan dan keberlangsungan hidup warga Palestina lewat aksi yang terukur, terorganisasi, dan terus mengalir selama dukungan masyarakat Indonesia tetap hadir.






