Respon Proaktif Batasi Kerusakan, Topan Kalmaegi Tewaskan 5, Rusak 2.600 Rumah

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 7 November 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Topan di Quy Nhon Nam, Vietnam

Topan di Quy Nhon Nam, Vietnam

RAGAMNETWORK.COM – Topan Kalmaegi yang melanda beberapa wilayah di Asia, meninggalkan jejak kehancuran yang signifikan namun dampaknya dinilai “berkurang secara signifikan” berkat respons proaktif dari Pemerintah. Laporan Komite Partai Pemerintah Vietnam pada pagi hari 7 November menyebutkan badai menewaskan lima orang dan merusak hampir 2.600 rumah.

Lima korban meninggal dunia tercatat, yaitu tiga orang di Dak Lak dan dua di Gia Lai. Selain itu, enam orang mengalami luka-luka. Kerusakan properti juga parah, dengan 52 rumah runtuh total dan hampir 2.600 rumah mengalami kerusakan, khususnya pada bagian atap. Provinsi Gia Lai menyumbang lebih dari 2.400 unit kerusakan rumah tersebut.

Badai ini juga menyebabkan sembilan kapal tenggelam akibat ombak besar, dan Gia Lai mengalami pemadaman listrik total. Daerah-daerah terdampak kini terus melakukan penghitungan kerugian secara menyeluruh.

Menurut penilaian awal, tingkat kerusakan akibat Topan Kalmaegi ini jauh lebih rendah dibandingkan badai dengan intensitas serupa di masa lalu. Hal ini berkat arahan yang drastis, mengusung motto “mengambil ruangan adalah utama,” serta inisiatif cepat dari pihak berwenang dan partisipasi masyarakat.

Baca Juga :  Gelombang Panas Eropa Diprediksi Bertambah Hingga 42 Hari pada 2100

Perdana Menteri mengambil langkah cepat dengan mengeluarkan dua telegram dan mendirikan komando frontal di Komando Militer Gia Lai, yang diarahkan langsung oleh Wakil Perdana Menteri Tran Hong Ha. Provinsi-provinsi terkait diinstruksikan menyelesaikan pekerjaan pencegahan sebelum pukul 13.00 pada 6 November, dan membatasi pergerakan orang di jalan-jalan setelah pukul 18.00.

Pasukan militer dan polisi disiagakan untuk bertempur 24/24, dengan jaminan komunikasi tetap berjalan meski terjadi pemadaman listrik berkepanjangan. Daerah-daerah yang dilalui topan berhasil menginstruksikan dan mengevakuasi hampir 130.000 rumah tangga atau lebih dari 539.000 orang, di mana Provinsi Gia Lai menyumbang hampir 340.000 orang yang dievakuasi.

Di sektor maritim, 61.500 kapal dengan lebih dari 291.000 pekerja di laut berhasil diinformasikan untuk menghindari badai. Lebih dari 93.200 kandang rakit berhasil diperkuat. Operasi ini didukung penuh oleh militer dengan mengerahkan lebih dari 269.000 tentara, 6.700 kendaraan (termasuk 1.790 kendaraan khusus), dan enam pesawat.

Perdana Menteri juga memutuskan untuk segera memberikan dukungan darurat berupa dana kepada provinsi terdampak. Dukungan diberikan sebesar VND 20 miliar untuk Quang Ngai, VND 30 miliar untuk provinsi Gia Lai, dan VND 30 miliar untuk provinsi Dak Lak. Komite Sentral Front Tanah Air Vietnam turut mendukung dengan menyumbangkan 10 miliar untuk masing-masing provinsi.

Baca Juga :  Keytruda Obat Kanker Terlaris Dunia, Hadapi Tantangan Harga dan Paten

Sebagai informasi, Topan Kalmaegi terbentuk dari depresi tropis di Filipina pada 1 November. Badai memasuki Laut Cina Selatan pada pagi hari 5 November dengan kekuatan tingkat 15. Badai mendarat di Dak Lak dan Gia Lai pada hari yang sama dengan angin tingkat 12-13, 15, sebelum melemah setelah jauh ke daratan.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru