NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar ilustrasi.

Gambar ilustrasi.

NASA kembali menegaskan langkah berikutnya dalam program Bulan: misi Artemis 2 kini dibidik memiliki jendela peluncuran pada 6 Maret. Jika berjalan sesuai rencana, ini akan menjadi penerbangan berawak yang membawa kru mengitari Bulan—tonggak bersejarah yang lama dinantikan.

Pengumuman target tanggal tersebut disampaikan setelah rangkaian latihan umum peluncuran yang dikenal sebagai wet dress rehearsal. Latihan ini berlangsung di Kennedy Space Center, Florida, dan disebut sebagai salah satu tahap paling penting sebelum roket benar-benar meninggalkan landasan.

Dalam latihan itu, tim NASA mengisi roket SLS (Space Launch System) dengan propelan cair dalam jumlah sangat besar. Totalnya disebut melewati 700.000 galon, lalu dilanjutkan dengan simulasi hitung mundur akhir yang dilakukan sebanyak dua kali untuk memastikan prosedur bisa dijalankan sesuai standar.

Meski dinilai berhasil, latihan tidak sepenuhnya mulus. Ada insiden gangguan komunikasi darat yang sempat memotong alur proses. Namun tim teknis disebut cepat beralih ke sistem cadangan, sehingga rangkaian latihan tetap bisa diteruskan tanpa harus mengulang dari awal.

Baca Juga :  Tonggak Medis Global 2025: Terapis Gen Individu, Analgesik Non-Opioid, dan Terobosan Pencegahan HIV Jangka Panjang

NASA menyebut sumber masalah dapat diidentifikasi dan dikendalikan. Tahap berikutnya adalah memeriksa ulang hasil latihan secara menyeluruh, termasuk analisis data, pemeriksaan kesiapan penerbangan, serta beberapa operasi khusus yang perlu dilakukan di area landasan.

Sementara itu, persiapan kru juga mulai memasuki fase yang lebih ketat. Empat astronaut yang dipilih untuk Artemis 2 dilaporkan mulai menjalani karantina sebagai prosedur standar sebelum misi besar. Tujuannya sederhana: meminimalkan risiko kesehatan yang dapat mengganggu penerbangan berawak.

Artemis 2 memiliki makna ganda. Pertama, ini akan menjadi penerbangan berawak pertama untuk pesawat Orion dalam rangkaian Artemis. Kedua, misi ini diproyeksikan sebagai perjalanan manusia terjauh yang pernah dicoba—mendorong batas pengalaman manusia di luar orbit Bumi.

Dari sisi tujuan, Artemis 2 bukan sekadar “mengitari Bulan untuk simbol”. Misi ini dipakai untuk menguji sistem vital Orion dalam kondisi operasional nyata, sekaligus menjadi batu loncatan menuju misi pendaratan Bulan berawak di tahap berikutnya.

NASA juga menekankan bahwa tanggal 6 Maret masih bersifat target. Artinya, peluang penyesuaian tetap ada jika verifikasi akhir menemukan hal yang perlu diperbaiki. Biasanya, keputusan final akan mempertimbangkan keselamatan kru, kondisi roket, kesiapan sistem, dan evaluasi menyeluruh dari latihan sebelumnya.

Baca Juga :  Pemerintah Iran Rilis Data Korban Protes, 3.117 Orang Tewas dalam Gelombang Kerusuhan

Namun antusiasme tim jelas terasa karena misi ini akan mengembalikan momen “orbit Bulan berawak” yang terakhir kali dicapai puluhan tahun lalu. Bagi banyak orang di program Artemis, Artemis 2 dipandang sebagai sinyal kuat bahwa era eksplorasi manusia ke Bulan sedang benar-benar dibangun kembali, bukan sekadar wacana.

Jika semua berjalan lancar, 6 Maret akan menjadi tanggal yang menandai babak baru: bukan hanya uji teknologi, tetapi juga pengingat bahwa eksplorasi ruang angkasa berawak masih terus bergerak maju.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Ekonom Jerman Dorong Pemulangan Cadangan Emas dari AS di Tengah Ketegangan Global

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru