RAGAMNETWORK.COM – Hubungan dagang antara Washington dan Beijing menunjukkan sinyal positif pasca pertemuan puncak antara kedua pemimpin negara pekan lalu. Tiongkok telah membeli kembali gandum Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak Oktober tahun lalu, sebuah langkah yang dinilai menunjukkan meredanya ketegangan dagang kedua negara.
Menurut sumber Reuters, Tiongkok telah mengakuisisi dua batch gandum AS dengan total volume 120.000 ton. Pengiriman ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember. Pembelian ini sangat signifikan karena Tiongkok hampir setahun penuh tidak membeli produk gandum AS.
Seorang pedagang di Singapura menyebut langkah Tiongkok ini memiliki nilai politis. “Tindakan ini menunjukkan komitmen untuk membeli biji-bijian Amerika, karena produk ini bukan yang termurah di pasar. Langkah ini lebih politis,” kata pedagang tersebut. Pembelian ini dilakukan meskipun Tiongkok memiliki panen domestik yang melimpah tahun ini.
Tahun lalu, Tiongkok mengimpor 1,9 juta ton gandum AS, menyumbang 17% dari total impor gandum negara tersebut. Namun, impor dalam sembilan bulan pertama tahun ini menurun drastis sebesar 72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tiongkok merupakan pasar terbesar untuk produk pertanian Amerika, dan komoditas ini sering dijadikan alat tawar-menawar (leverage) dalam ketegangan dagang. Setelah putaran tarif balasan awal tahun ini, Beijing hampir menghentikan pembelian produk pertanian utama, seperti gandum dan kedelai, dan beralih ke pemasok dari Amerika Selatan.
Akhir pekan lalu, momen penting terjadi ketika Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump bertemu di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan. Kedua belah pihak dilaporkan menyepakati banyak hal, termasuk rencana mengurangi bea masuk, meningkatkan pembelian produk pertanian, hingga mengurangi kontrol ekspor teknologi dan mineral penting.
Aksi pembelian kembali ini tidak hanya terjadi pada gandum. Pekan lalu, kelompok makanan milik negara Tiongkok, COFCO, juga membeli tiga batch kedelai Amerika, menjadi pembelian kedelai AS pertama setelah berbulan-bulan vakum. Selain itu, pengiriman upah tinggi AS juga berlabuh di Tiongkok setelah pertemuan kedua pemimpin, menurut Dewan Biji-bijian dan Produk Biologis Mark Wilson.
Sebagai bagian dari upaya meredakan tensi, pejabat Tiongkok pada 5 November mengumumkan perpanjangan penundaan tarif 24-berkembang sebagai balasan terhadap AS selama satu tahun tambahan. Selain itu, tarif impor hingga 15 persen dari Tiongkok pada beberapa produk pertanian AS juga dijadwalkan akan dicabut pada 10 November.






