Amerika Serikat menemukan cadangan besar logam dan unsur tanah jarang yang dinilai strategis bagi industri masa depan. Temuan ini berasal dari proyek Silicon Ridge di Gurun Utah, yang dikembangkan oleh perusahaan produsen material baterai, Ionic MT.
Menurut keterangan perusahaan, area tambang tersebut mencakup wilayah sekitar 6.900 meter persegi dan mengandung sedikitnya 16 mineral penting. Di antaranya lithium, galium, germanium, rubidium, cesium, vanadium, tungsten, niobium, serta unsur tanah jarang ringan dan berat yang krusial bagi berbagai sektor industri.
Pendiri dan CEO Ionic MT, Andre Zeitoun, menegaskan bahwa mineral-mineral tersebut memiliki peran vital dalam teknologi modern. “Tanpa logam ini, tidak mungkin memproduksi kendaraan listrik, jet tempur, maupun chip semikonduktor untuk kecerdasan buatan,” ujarnya.
Analisis independen mengonfirmasi bahwa lokasi Silicon Ridge merupakan salah satu endapan unsur tanah jarang dan logam teknologi paling signifikan di Amerika Utara. Deposit tersebut berada pada lapisan tanah liat adsorpsi ion, jenis geologi yang saat ini menyumbang sekitar 35–40 persen produksi tanah jarang China dan lebih dari 70 persen pasokan global.
Berdasarkan data dari 106 lubang bor dengan total kedalaman lebih dari 10.000 meter serta 35 parit eksplorasi di area seluas 2,63 kilometer persegi, kandungan rata-rata unsur tanah jarang dan logam penting mencapai sekitar 2.700 ppm. Angka ini melampaui banyak tambang tanah liat adsorpsi ion di China yang umumnya berada pada kisaran 500–2.000 ppm.
Keunggulan lain dari proyek ini adalah metode penambangannya. Ionic MT menggunakan teknologi pertukaran ion bersuhu rendah, yang dinilai lebih cepat dan ramah lingkungan dibandingkan penambangan batu keras konvensional. Perusahaan mengklaim tingkat pemulihan mineral dapat mencapai hingga 95 persen tanpa penggunaan asam kuat atau proses bersuhu tinggi.
Penemuan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait rantai pasok mineral strategis. Selama bertahun-tahun, China mendominasi pasar tanah jarang dunia dan telah memberlakukan pembatasan ekspor pada sejumlah mineral penting. Pemerintah AS sendiri berulang kali memperingatkan risiko kelangkaan bahan baku yang dapat menghambat industri teknologi maju, energi bersih, dan pertahanan.
Dengan temuan di Utah ini, Amerika Serikat berpeluang mengurangi ketergantungan pada pasokan asing serta memperkuat ketahanan industri di sektor kendaraan listrik, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan sistem pertahanan.
Sumber Berita: WSJ






