AS Temukan Cadangan Logam dan Unsur Tanah Jarang Strategis di Gurun Utah

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 14 Desember 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ionic MT menemukan tambang mineral berkualitas tinggi di sebuah lokasi di Silicon Ridge, Utah. Foto: Ionic MT

Ionic MT menemukan tambang mineral berkualitas tinggi di sebuah lokasi di Silicon Ridge, Utah. Foto: Ionic MT

Amerika Serikat menemukan cadangan besar logam dan unsur tanah jarang yang dinilai strategis bagi industri masa depan. Temuan ini berasal dari proyek Silicon Ridge di Gurun Utah, yang dikembangkan oleh perusahaan produsen material baterai, Ionic MT.

Menurut keterangan perusahaan, area tambang tersebut mencakup wilayah sekitar 6.900 meter persegi dan mengandung sedikitnya 16 mineral penting. Di antaranya lithium, galium, germanium, rubidium, cesium, vanadium, tungsten, niobium, serta unsur tanah jarang ringan dan berat yang krusial bagi berbagai sektor industri.

Pendiri dan CEO Ionic MT, Andre Zeitoun, menegaskan bahwa mineral-mineral tersebut memiliki peran vital dalam teknologi modern. “Tanpa logam ini, tidak mungkin memproduksi kendaraan listrik, jet tempur, maupun chip semikonduktor untuk kecerdasan buatan,” ujarnya.

Analisis independen mengonfirmasi bahwa lokasi Silicon Ridge merupakan salah satu endapan unsur tanah jarang dan logam teknologi paling signifikan di Amerika Utara. Deposit tersebut berada pada lapisan tanah liat adsorpsi ion, jenis geologi yang saat ini menyumbang sekitar 35–40 persen produksi tanah jarang China dan lebih dari 70 persen pasokan global.

Baca Juga :  IRGC Sita Tanker di Teluk, Klaim Kargo Ilegal di Kapal Berbendera Kepulauan Marshall

Berdasarkan data dari 106 lubang bor dengan total kedalaman lebih dari 10.000 meter serta 35 parit eksplorasi di area seluas 2,63 kilometer persegi, kandungan rata-rata unsur tanah jarang dan logam penting mencapai sekitar 2.700 ppm. Angka ini melampaui banyak tambang tanah liat adsorpsi ion di China yang umumnya berada pada kisaran 500–2.000 ppm.

Keunggulan lain dari proyek ini adalah metode penambangannya. Ionic MT menggunakan teknologi pertukaran ion bersuhu rendah, yang dinilai lebih cepat dan ramah lingkungan dibandingkan penambangan batu keras konvensional. Perusahaan mengklaim tingkat pemulihan mineral dapat mencapai hingga 95 persen tanpa penggunaan asam kuat atau proses bersuhu tinggi.

Penemuan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran global terkait rantai pasok mineral strategis. Selama bertahun-tahun, China mendominasi pasar tanah jarang dunia dan telah memberlakukan pembatasan ekspor pada sejumlah mineral penting. Pemerintah AS sendiri berulang kali memperingatkan risiko kelangkaan bahan baku yang dapat menghambat industri teknologi maju, energi bersih, dan pertahanan.

Dengan temuan di Utah ini, Amerika Serikat berpeluang mengurangi ketergantungan pada pasokan asing serta memperkuat ketahanan industri di sektor kendaraan listrik, kecerdasan buatan, semikonduktor, dan sistem pertahanan.

Baca Juga :  Perusahaan AS Memulai Era Baru Transportasi dengan Produksi Mobil Terbang Komersial

Sumber Berita: WSJ

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru