Pembukaan SEA Games 33 Dipenuhi Insiden, Thailand Tetap Tampilkan Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 10 Desember 2025 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan SEA Games 33

Pembukaan SEA Games 33

Upacara pembukaan SEA Games 33 di Stadion Rajamangala, Bangkok, pada 9 Desember 2025 berlangsung selama lebih dari dua setengah jam. Pertunjukan megah yang memadukan budaya tradisional dan teknologi modern itu meninggalkan kesan kuat, tetapi juga dibayangi sejumlah insiden yang memicu perhatian publik.

Persiapan Terhambat, Insiden Tak Terhindarkan

Thailand, tuan rumah SEA Games terbanyak dalam sejarah, semula merencanakan persiapan upacara pembukaan sejak Maret 2025. Namun konflik perbatasan dengan Kamboja, pergantian pemerintahan, serta banjir besar di beberapa wilayah membuat persiapan baru dapat dimaksimalkan dalam waktu sekitar satu bulan. Minimnya waktu membuat beberapa kesalahan terjadi selama acara berlangsung.

Pada segmen sejarah SEA Games, panitia melakukan kekeliruan dengan menampilkan bendera Singapura saat menyinggung edisi 1997 yang berlangsung di Indonesia. Inkonsistensi juga muncul dalam penyajian jumlah medali: MC menyebutkan 574 set, sementara visual LED menunjukkan angka 547.

Insiden lain yang memicu keberatan datang dari Delegasi Vietnam. Dalam tampilan peta Asia Tenggara, panitia menampilkan peta Vietnam tanpa Kepulauan Paracel (Hoàng Sa), Spratly (Trường Sa), dan Pulau Phu Quoc. Delegasi Vietnam langsung melaporkan temuan tersebut kepada Kedutaan Besar Vietnam di Thailand untuk diproses lebih lanjut.

Baca Juga :  Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Gangguan Acara dan Keterlambatan Kehadiran Raja

Acara sempat terhenti sekitar 30 menit akibat kendala teknis, sehingga dua MC harus mengisi waktu sambil menunggu kelanjutan acara. Kamera pun lebih banyak mengarah ke tribun, menghindari area VIP karena Raja Vajiralongkorn dan Ratu Sineenat belum hadir. Penonton tampak berulang kali melihat ke arah bangku kehormatan, menanti kehadiran keduanya.

Ketika Raja dan Ratu akhirnya tiba, seluruh area VIP terlihat memberi penghormatan serentak. Upacara kemudian mengadakan momen peringatan atas wafatnya Ratu Sirikit pada 24 Oktober. Thailand menetapkan masa berkabung selama satu tahun, dan dalam 90 hari pertama masyarakat diimbau mengenakan pakaian hitam atau gelap, sehingga nuansa hitam mendominasi upacara.

Perpaduan Seni, Teknologi, dan Spirit Asia Tenggara

Meski dibayangi insiden, acara tetap menyajikan banyak penampilan artistik yang spektakuler. Penyanyi Violette Wautier membuka rangkaian pertunjukan dengan lagu resmi “1%” ditemani rapper Tong Twopee dan F.Hero. Semangat modern berlanjut dalam segmen “Ignite the Game”, yang menghadirkan ratusan seniman dengan kostum berbentuk lidah api.

Baca Juga :  Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China

Segmen “One Spirit” menampilkan seni bela diri khas Asia Tenggara, mulai dari Muay Thai hingga pencak silat dan wushu. Petarung Muay Thai legendaris Buakaw Banchamek turut tampil dan memicu sorakan penonton.

Pada segmen “We Are One – Connect by the Sea”, teknologi mapping menciptakan pemandangan lautan yang hidup. Penampilan jetski, pertunjukan air, hingga atraksi flyboard dengan rotasi di udara setinggi beberapa meter menjadi salah satu bagian paling memukau malam itu.

Sorotan puncak datang dari BamBam GOT7, salah satu bintang K-pop berdarah Thailand. Ia membawakan beberapa lagu dalam segmen “Blooming of the Victory”, yang dipadukan koreografi energik dan permainan cahaya megah.

Obor SEA Games Tanpa Api Nyata

Momen yang ditunggu-tunggu terjadi saat Panipak Wongpattanakit, atlet taekwondo peraih dua emas Olimpiade, menyalakan obor SEA Games. Berbeda dari tradisi sebelumnya, obor kali ini tidak menggunakan api, melainkan berkas cahaya yang ditembakkan ke langit. Konsep “api simbolis” tersebut dipilih untuk mewakili “SEA Games Hijau”, yang menekankan pengurangan emisi, penggunaan energi daur ulang, dan tanpa kembang api besar.

Baca Juga :  WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025

Thailand Tegaskan Peran sebagai Pusat Olahraga Regional

SEA Games 33 mempertemukan lebih dari 9.300 atlet dari 11 negara yang bertanding pada 50 cabang olahraga. Thailand terakhir menjadi tuan rumah pada 2007 dan berharap edisi 2025 ini dapat menegaskan kembali posisi negara tersebut sebagai pusat olahraga dan pariwisata Asia Tenggara.

Delegasi Vietnam hadir dengan 1.165 anggota, termasuk 842 atlet yang menargetkan 91–110 medali emas. Pembawa bendera pada parade adalah Le Minh Thuan (taekwondo) dan Le Thanh Thuy (senam artistik). Sejumlah cabang seperti sepak bola, bulu tangkis, dan bisbol telah memulai pertandingan sebelum upacara resmi dibuka.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru