RAGAMNETWORK.COM – Dunia olahraga Brasil terguncang oleh insiden kekerasan yang menimpa atlet voli profesional, Julia Azevedo (28). Pemain klub Tijuca ini secara ajaib selamat dari maut setelah menjadi korban pembajakan bersenjata bersama ayahnya di Rio de Janeiro pada 23 November. Meski peluru perampok menembus tubuhnya, takdir berkata lain.
Tim dokter yang menangani Julia dibuat tercengang oleh lintasan peluru yang bersarang di tubuhnya. Proyektil mematikan tersebut melaju hanya berjarak satu milimeter dari tulang belakang dan satu sentimeter dari kandung kemih.
Keajaiban medis terjadi karena peluru itu sama sekali tidak menembus organ vital apa pun. Analisis medis menyimpulkan bahwa jika peluru bergeser sedikit saja dan mengenai tulang belakang, Julia dipastikan akan mengalami kelumpuhan permanen atau bahkan kehilangan nyawa di tempat kejadian.
Di tengah situasi yang sangat kritis tersebut, peran sang ayah, Marcos, menjadi kunci keselamatan putrinya. Marcos sendiri nyaris tertembak di bagian kepala saat perampok melepaskan tembakan dari arah belakang mobil. Namun, dalam kondisi terancam, ia berhasil melarikan diri dari lokasi kejadian dan tetap tenang mengemudikan kendaraan untuk melarikan Julia ke rumah sakit terdekat demi pertolongan darurat.
“Apa yang telah kita lalui adalah gila. Melihat anak itu ditembak, dibawa ke rumah sakit, berdoa, bepergian bersamanya selama proses darurat dan menyaksikan kebingungan dokter di depan jalan peluru, yang sangat menyakitiku,” tulis Marcos dalam pesan emosionalnya. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada kepolisian dan tim medis yang bertindak cepat.
Julia Azevedo, yang telah berkarier selama 14 tahun di Brasil, AS, dan Eropa, kini sedang dalam masa pemulihan pasca-operasi.
Melalui akun Instagram-nya, ia menyebut pengalaman ini sebagai momen kelahiran kembali.
“Saya bereinkarnasi. Cerita itu mungkin sangat berbeda. Aku butuh istirahat sejenak untuk pulih,” tulisnya, berjanji akan kembali lebih kuat ke lapangan voli Tijuca, klub tempat ayahnya menjabat sebagai Wakil Presiden.






