Beda Bahan Bakar Jadi Kunci: Roket Blue Origin Kembali Bersih, Falcon 9 Penuh Jelaga

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 26 November 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah dek roket SpaceX Falcon 9 berhasil mendarat di sebuah kapal di laut. Foto: SpaceX

Sebuah dek roket SpaceX Falcon 9 berhasil mendarat di sebuah kapal di laut. Foto: SpaceX

RAGAMNETWORK.COM – Industri antariksa baru-baru ini disuguhi pemandangan yang tidak biasa pasca-peluncuran roket New Glenn milik Blue Origin. Dave Limp, CEO Blue Origin, membagikan foto di platform X yang memperlihatkan bagian tingkat pertama roket tersebut mendarat dalam kondisi hampir sempurna. Cat emas putih dan birunya masih berkilau, seolah-olah kendaraan tersebut belum pernah menembus atmosfer.

Pemandangan “klimis” ini sangat kontras dengan apa yang biasa dilihat publik pada roket Falcon 9 milik SpaceX. Roket buatan Elon Musk tersebut terkenal selalu kembali dengan lapisan hitam pekat akibat jelaga dan luka bakar, yang oleh para penggemar antariksa sering dianggap sebagai “lencana kehormatan” dari sebuah penerbangan yang sukses.

Perbedaan visual yang mencolok ini ternyata bukan masalah estetika semata, melainkan hasil dari keputusan rekayasa mendasar terkait bahan bakar propulsi. Menurut laporan Space, dua tingkat pada roket New Glenn menggunakan jenis mesin yang berbeda dari Falcon. Tingkat bawah New Glenn ditenagai oleh mesin BE-4 yang menggunakan campuran metalox, yakni kombinasi oksigen cair dan metana cair.

Baca Juga :  Gelombang Panas Eropa Diprediksi Bertambah Hingga 42 Hari pada 2100

Proses pembakaran metana memiliki karakteristik yang sangat bersih dan tidak menghasilkan banyak residu karbon. Inilah alasan utama mengapa roket New Glenn tetap terlihat baru saat kembali mendarat vertikal di kapal tak berawak Jacklyn di Samudra Atlantik pada 13 November lalu, setelah sukses mengantar dua pesawat ruang angkasa NASA menuju Mars.

Sebaliknya, mesin Merlin pada SpaceX Falcon 9 dan Falcon Heavy menggunakan bahan bakar oksigen cair dan RP-1, yang merupakan minyak tanah (kerosene) khusus roket. Minyak tanah secara alami menghasilkan pemecahan batubara atau jelaga yang signifikan saat terbakar. Akibatnya, saat roket turun kembali ke Bumi, ia terbang melewati awan jelaga yang diciptakannya sendiri, membuat lapisan luarnya menghitam.

Menariknya, SpaceX sebenarnya juga menyadari keunggulan metana. Perusahaan Elon Musk ini telah mengembangkan mesin berbasis metalox untuk roket super generasi berikutnya, Starship. Selain pembakaran yang lebih bersih, Musk memilih metana karena potensi bahan bakar ini dapat diproduksi langsung di Mars menggunakan komponen atmosfer planet merah tersebut, selaras dengan visi kolonisasi mereka.

Baca Juga :  Bangkok Keluarkan Peringatan Polusi PM2.5, Warga Diminta Waspada

Saat ini, bagian roket New Glenn telah dibawa ke Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral untuk inspeksi dan perbaikan. Blue Origin merancang roket ini untuk dapat digunakan kembali setidaknya 25 kali. Meskipun warna hitam pada roket hanyalah masalah estetika terbukti dengan rekor Falcon 9 yang bisa terbang ulang hingga 31 kali kebersihan New Glenn menandai era baru efisiensi pembakaran dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru