Taiwan Sita Aset $145 Juta: Tekanan Global Meningkat pada Prince Group Chen Zhi

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 5 November 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prince Group Chen Zhi: Foto: Prince Group

Presiden Prince Group Chen Zhi: Foto: Prince Group

RAGAMNETWORK.COM – Penyelidik Taiwan meningkatkan tekanan internasional terhadap Chen Zhi, pendiri Prince Group, dengan menangkap 25 orang kunci dan menyita kekayaan yang diperkirakan mencapai $145 juta. Langkah ini diambil sebagai bagian dari penyelidikan transnasional yang menargetkan operasi kriminal kelompok tersebut.

Pada 4 November, penyelidik di Taipei menggerebek 47 lokasi. Target penggerebekan mencakup rumah beberapa anggota senior dan pihak-pihak yang terlibat dalam Prince Group. Hasilnya, mereka berhasil menyita 18 properti, termasuk 11 apartemen di gedung kelas atas, 26 mobil mewah, serta puluhan rekening bank. Total nilai aset yang disita mencapai sekitar $145 juta, dan sebanyak 25 “nama kunci” telah ditangkap, menurut pejabat Taiwan.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat bulan lalu merilis laporan yang secara langsung menargetkan Chen Zhi. Washington menyebut Prince Group sebagai front atau kedok dari “salah satu organisasi kriminal transnasional terbesar di Asia.” Chen, yang diyakini lahir di Tiongkok dan merupakan seorang Kamboja Inggris, dituduh melakukan penipuan dan pencucian uang terkait dengan Bitcoin senilai hampir $15 miliar.

Baca Juga :  Tragedi Penembakan di Pantai Bondi Sydney, Puluhan Korban Jatuh dan Polisi Selidiki Motif Teror

Pejabat AS dan Inggris juga mengaitkan Chen dengan kompleks kerja paksa di Kamboja. Ribuan karyawan dilaporkan ditahan di balik tembok tinggi dan pagar kawat berduri. Di bawah ancaman kekerasan, orang-orang ini dipaksa melakukan penipuan. Modusnya adalah membangun kepercayaan dengan para korban, lalu memanipulasi mereka untuk berinvestasi dalam cryptocurrency sebelum akhirnya menyita uang tersebut.

Menurut jaksa AS, Prince Group telah menjalankan operasi kriminalnya sejak 2015. Kelompok ini beroperasi di lebih dari 30 negara dengan memanfaatkan kedok real estat, layanan keuangan, dan layanan konsumen legal. Lebih lanjut, kelompok ini menggunakan perjudian cryptocurrency dan layanan penambangan miliknya sendiri sebagai alat untuk mencuci hasil kejahatan.

Tekanan global terhadap Chen Zhi semakin memuncak. Bulan lalu, Inggris dan AS memberlakukan sanksi yang berujung pada penutupan bisnis dan pembekuan aset Chen di kedua negara tersebut. Selain itu, Singapura juga mengambil tindakan tegas dengan menyita kekayaan senilai lebih dari $115 juta yang terhubung dengan taipan tersebut.

Sumber Berita: AFP

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru