RAGAMNETWORK.COM – Pemerintah Myanmar meningkatkan langkah tegas untuk membongkar sejumlah bangunan yang diyakini menjadi pusat aktivitas kejahatan siber di wilayah perbatasan. Lebih dari 60 bangunan ditargetkan dalam operasi besar ini, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memerangi jaringan penipuan online yang berkembang di Asia Tenggara.
Pada 4 Desember, Divisi Infanteri ke-44 yang bekerja sama dengan Border Force (BGF) dan Pasukan Penjaga Perbatasan Negara Bagian Kayin melakukan penghancuran sebuah gedung 13 lantai di Shwe Kokko, Myawaddy, kawasan yang berhadapan langsung dengan distrik Mae Sot di Thailand.
Lokasi ini telah lama dianggap sebagai titik strategis bagi aktivitas lintas batas, tetapi juga menjadi sorotan karena dugaan kuat sebagai pusat operasional para penipu online.
Tidak hanya satu bangunan, otoritas Myanmar juga menghancurkan struktur lainnya di wilayah yang sama pada hari yang sama. Langkah tersebut sempat menarik perhatian warga Thailand di sisi perbatasan, namun pihak berwenang Thailand memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan di wilayah mereka.
Pemerintah Myanmar menyatakan bahwa pembongkaran ini akan berlanjut selama beberapa bulan, dengan total 63 hingga 64 bangunan dalam daftar prioritas. Menurut laporan Myanmar Global New Light, pemberantasan penipuan digital dan perjudian online ilegal kini masuk agenda nasional, dan tindakan ini dilakukan dengan dukungan kerja sama dari negara-negara tetangga.
Ledakan aktivitas penipuan online di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir telah memunculkan kecemasan global. Banyak korban yang diperdaya dari berbagai belahan dunia, sementara beberapa pekerja di pusat-pusat operasi tersebut dilaporkan dipaksa bekerja, mengalami penyiksaan, atau ditahan dalam kondisi tidak manusiawi. Pembongkaran bangunan-bangunan ini diharapkan dapat menekan aktivitas kriminal tersebut sekaligus mengurangi risiko eksploitasi yang selama ini terjadi.
Sumber Berita: ANN, Nation, Global New Light






