Myanmar Memulai Operasi Besar Menghancurkan Kompleks yang Diduga Markas Sindikat Penipuan Online

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 5 Desember 2025 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Myanmar Memulai Operasi Besar Menghancurkan Kompleks yang Diduga Markas Sindikat Penipuan Online

Myanmar Memulai Operasi Besar Menghancurkan Kompleks yang Diduga Markas Sindikat Penipuan Online

RAGAMNETWORK.COM – Pemerintah Myanmar meningkatkan langkah tegas untuk membongkar sejumlah bangunan yang diyakini menjadi pusat aktivitas kejahatan siber di wilayah perbatasan. Lebih dari 60 bangunan ditargetkan dalam operasi besar ini, sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk memerangi jaringan penipuan online yang berkembang di Asia Tenggara.

Pada 4 Desember, Divisi Infanteri ke-44 yang bekerja sama dengan Border Force (BGF) dan Pasukan Penjaga Perbatasan Negara Bagian Kayin melakukan penghancuran sebuah gedung 13 lantai di Shwe Kokko, Myawaddy, kawasan yang berhadapan langsung dengan distrik Mae Sot di Thailand.

Lokasi ini telah lama dianggap sebagai titik strategis bagi aktivitas lintas batas, tetapi juga menjadi sorotan karena dugaan kuat sebagai pusat operasional para penipu online.

Tidak hanya satu bangunan, otoritas Myanmar juga menghancurkan struktur lainnya di wilayah yang sama pada hari yang sama. Langkah tersebut sempat menarik perhatian warga Thailand di sisi perbatasan, namun pihak berwenang Thailand memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan di wilayah mereka.

Baca Juga :  Tornado Landa Rio Bonito Brasil: 90 Persen Kota Hancur, 6 Orang Tewas

Pemerintah Myanmar menyatakan bahwa pembongkaran ini akan berlanjut selama beberapa bulan, dengan total 63 hingga 64 bangunan dalam daftar prioritas. Menurut laporan Myanmar Global New Light, pemberantasan penipuan digital dan perjudian online ilegal kini masuk agenda nasional, dan tindakan ini dilakukan dengan dukungan kerja sama dari negara-negara tetangga.

Ledakan aktivitas penipuan online di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir telah memunculkan kecemasan global. Banyak korban yang diperdaya dari berbagai belahan dunia, sementara beberapa pekerja di pusat-pusat operasi tersebut dilaporkan dipaksa bekerja, mengalami penyiksaan, atau ditahan dalam kondisi tidak manusiawi. Pembongkaran bangunan-bangunan ini diharapkan dapat menekan aktivitas kriminal tersebut sekaligus mengurangi risiko eksploitasi yang selama ini terjadi.

Sumber Berita: ANN, Nation, Global New Light

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru