RAGAMNETWORK.COM – Industri antariksa baru-baru ini disuguhi pemandangan yang tidak biasa pasca-peluncuran roket New Glenn milik Blue Origin. Dave Limp, CEO Blue Origin, membagikan foto di platform X yang memperlihatkan bagian tingkat pertama roket tersebut mendarat dalam kondisi hampir sempurna. Cat emas putih dan birunya masih berkilau, seolah-olah kendaraan tersebut belum pernah menembus atmosfer.
Pemandangan “klimis” ini sangat kontras dengan apa yang biasa dilihat publik pada roket Falcon 9 milik SpaceX. Roket buatan Elon Musk tersebut terkenal selalu kembali dengan lapisan hitam pekat akibat jelaga dan luka bakar, yang oleh para penggemar antariksa sering dianggap sebagai “lencana kehormatan” dari sebuah penerbangan yang sukses.
Perbedaan visual yang mencolok ini ternyata bukan masalah estetika semata, melainkan hasil dari keputusan rekayasa mendasar terkait bahan bakar propulsi. Menurut laporan Space, dua tingkat pada roket New Glenn menggunakan jenis mesin yang berbeda dari Falcon. Tingkat bawah New Glenn ditenagai oleh mesin BE-4 yang menggunakan campuran metalox, yakni kombinasi oksigen cair dan metana cair.
Proses pembakaran metana memiliki karakteristik yang sangat bersih dan tidak menghasilkan banyak residu karbon. Inilah alasan utama mengapa roket New Glenn tetap terlihat baru saat kembali mendarat vertikal di kapal tak berawak Jacklyn di Samudra Atlantik pada 13 November lalu, setelah sukses mengantar dua pesawat ruang angkasa NASA menuju Mars.
Sebaliknya, mesin Merlin pada SpaceX Falcon 9 dan Falcon Heavy menggunakan bahan bakar oksigen cair dan RP-1, yang merupakan minyak tanah (kerosene) khusus roket. Minyak tanah secara alami menghasilkan pemecahan batubara atau jelaga yang signifikan saat terbakar. Akibatnya, saat roket turun kembali ke Bumi, ia terbang melewati awan jelaga yang diciptakannya sendiri, membuat lapisan luarnya menghitam.
Menariknya, SpaceX sebenarnya juga menyadari keunggulan metana. Perusahaan Elon Musk ini telah mengembangkan mesin berbasis metalox untuk roket super generasi berikutnya, Starship. Selain pembakaran yang lebih bersih, Musk memilih metana karena potensi bahan bakar ini dapat diproduksi langsung di Mars menggunakan komponen atmosfer planet merah tersebut, selaras dengan visi kolonisasi mereka.
Saat ini, bagian roket New Glenn telah dibawa ke Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral untuk inspeksi dan perbaikan. Blue Origin merancang roket ini untuk dapat digunakan kembali setidaknya 25 kali. Meskipun warna hitam pada roket hanyalah masalah estetika terbukti dengan rekor Falcon 9 yang bisa terbang ulang hingga 31 kali kebersihan New Glenn menandai era baru efisiensi pembakaran dalam teknologi roket yang dapat digunakan kembali.






