Kasus Langka H5N5 Renggut Nyawa Lansia Washington, Pejabat Jamin Risiko Publik Rendah

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 23 November 2025 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RAGAMNETWORK.COM – Grays Harbor County, Washington, menjadi pusat perhatian medis setelah otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi kematian seorang pasien akibat virus flu H5N5. Kasus ini tercatat sebagai insiden pertama di Amerika Serikat di mana manusia terinfeksi oleh strain virus yang selama ini diketahui hanya beredar di kalangan unggas.

Departemen Kesehatan Negara Bagian Washington menjelaskan bahwa pasien tersebut merupakan seorang lansia yang memiliki riwayat banyak penyakit latar belakang, sebuah faktor yang memperburuk kondisi kesehatannya pasca-infeksi.

Penelusuran epidemiologi menunjukkan bahwa paparan virus terjadi di lingkungan domestik pasien yang berlokasi sekitar 125 km barat daya Seattle.

Lansia tersebut diketahui memelihara kawanan unggas kebun yang sempat terpapar oleh burung liar, yang kemudian menjadi jembatan penularan virus ke manusia.

H5N5 sendiri adalah strain virus influenza yang selama ini tercatat secara eksklusif pada populasi unggas dan belum pernah terdokumentasi menular ke manusia hingga kasus ini muncul.

Tidak Ada Bukti Penularan Antar Manusia

Meskipun insiden ini memicu kewaspadaan, otoritas kesehatan bergerak cepat untuk meredam kekhawatiran publik mengenai potensi wabah. Departemen Kesehatan dalam sebuah pernyataan pada 21 November menegaskan, “Risiko infeksi terhadap masyarakat rendah, karena tidak ada orang yang melakukan kontak di dekat pasien dengan tes positif untuk flu burung.” Pemantauan ketat terhadap orang-orang dengan kontak dekat terus dilakukan, namun sejauh ini para pejabat menyatakan tidak ada bukti bahwa virus ditularkan antar manusia.

Baca Juga :  Operasi Rio De Janeiro Picu Kontroversi, Presiden Lula Perintahkan Penyelidikan 'Pembantaian'

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) turut memperkuat penilaian tersebut dengan mengumumkan bahwa tidak ada informasi yang menunjukkan “risiko untuk kesehatan masyarakat meningkat karena kasus ini.” Secara komparatif, strain H5N5 tidak dikategorikan sebagai ancaman besar bagi kesehatan manusia jika dibandingkan dengan virus H5N1.

Sebagai konteks, sepanjang tahun 2024 dan 2025, AS telah mencatat 70 orang terinfeksi H5N1 yang mayoritas merupakan pekerja peternakan sapi perah dan unggas dengan gejala yang sebagian besar ringan.

Sumber Berita: AP

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru