Lolos Piala Dunia Setelah 28 Tahun, Pesta Pora Norwegia Dicibir Komentator Tetangga

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 19 November 2025 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy



Haaland (kedua dari kanan) merayakan kemenangan

Haaland (kedua dari kanan) merayakan kemenangan

RAGAMNETWORK.COM – Oslo berubah menjadi lautan manusia yang berpesta pora. Keberhasilan Tim Nasional Norwegia mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 di Amerika Utara disambut bak pahlawan pulang perang. Namun, euforia yang meledak di Norwegia ternyata memicu reaksi sinis dari negara tetangga mereka, Swedia.

Komentator sepak bola ternama asal Swedia, Olof Lundh, secara terbuka melabeli perayaan tersebut dengan kata-kata tajam. Ia tidak segan menggunakan istilah “menyedihkan” dan “konyol” untuk menggambarkan kegembiraan skuad Erling Haaland dan kawan-kawan.

Lundh berpendapat bahwa perayaan sebesar itu belum waktunya dilakukan. “Dù có một vòng loại vô cùng ấn tượng, Na Uy mới chỉ giành vé tham dự,” (Meskipun memiliki babak kualifikasi yang sangat mengesankan, Norwegia baru saja memenangkan tiket untuk hadir), tegas Lundh. Ia menambahkan bahwa pesta semestinya digelar hanya jika tim membawa pulang medali atau prestasi besar dari turnamen, bukan sekadar lolos kualifikasi.

Kritik pedas tersebut tentu memiliki latar belakang kontras yang mencolok. Bagi publik Norwegia, momen ini adalah sejarah monumental. Kemenangan telak 4-1 atas Italia pada malam 16 November mengakhiri penantian panjang selama 28 tahun. Terakhir kali mereka tampil di panggung dunia adalah pada tahun 1998.

Baca Juga :  Kasus Langka H5N5 Renggut Nyawa Lansia Washington, Pejabat Jamin Risiko Publik Rendah

Tak heran jika Perdana Menteri Jonas Gahr Store, Menteri Kebudayaan Lubna Jeffrey, hingga Walikota Oslo Anne Lindboe turut hadir di balkon balai kota. Bersama sekitar 50.000 penggemar, mereka menyanyikan lagu kebangsaan tim, “All for Norway”, sebelum para pemain melanjutkan perayaan di bar terkenal di ibu kota.

Reaksi keras Lundh langsung mendapat balasan menohok dari kubu Norwegia. Pelatih Stale Solbakken membalas bahwa perayaan tersebut sangat logis mengingat durasi absen mereka yang hampir tiga dekade. Dengan nada menyindir, ia menyarankan agar Lundh dan Timnas Swedia sebaiknya lebih memfokuskan energi untuk persiapan babak play-off perebutan tiket sisa, daripada mengurusi kebahagiaan tetangga.

Senada dengan pelatih, komentator Lars Tjaernas mempertanyakan kesalahan dari sebuah perayaan kemenangan. Ia menilai komentar Lundh tak lebih dari bentuk rasa iri melihat kesuksesan tetangga. Dukungan juga datang dari Olaf Tufte, mantan atlet dayung juara Olimpiade, yang menyebut pencapaian “anak-anak kita” sebagai tonggak sejarah yang pantas dirayakan.

Ironisnya, kritik ini muncul di saat sepak bola Swedia sedang mengalami kemunduran tajam. Negara yang pernah melahirkan legenda seperti Zlatan Ibrahimovic dan Henrik Larsson ini kini terpuruk di dasar klasemen Grup B Kualifikasi Eropa, tanpa satu pun kemenangan di fase grup. Sementara Norwegia bersiap ke Amerika Utara, Swedia masih harus berjuang mati-matian melalui jalur play-off Liga Bangsa-Bangsa untuk menghindari kegagalan lolos ke turnamen akbar tersebut.

Baca Juga :  WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru