WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 30 Januari 2026 - 00:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas (Freepik)

Emas (Freepik)

Permintaan emas global sepanjang 2025 mencapai titik tertinggi dalam sejarah, didorong oleh ketidakpastian ekonomi dan geopolitik yang berkepanjangan. Laporan terbaru dari World Gold Council (WGC) mencatat total permintaan emas dunia naik 1 persen secara tahunan menjadi 5.002 ton, sekaligus menjadi level tertinggi yang pernah tercatat.

Dalam World Gold Demand Report 2025, WGC menjelaskan bahwa emas kembali mengukuhkan posisinya sebagai aset lindung nilai utama di tengah meningkatnya risiko global. Nilai total investasi emas sepanjang tahun juga menembus rekor baru sebesar 555 miliar dolar AS, mencerminkan derasnya arus dana ke logam mulia tersebut.

“Risiko ekonomi dan geopolitik kini telah menjadi semacam normal baru, sehingga mendorong masyarakat dan investor untuk meningkatkan kepemilikan emas,” ujar Louise Street, analis riset pasar senior WGC.

Tidak hanya dari sisi permintaan, pasokan emas global juga mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Produksi tambang meningkat signifikan hingga 3.672 ton, sementara pasokan dari aktivitas daur ulang hanya naik sekitar 3 persen. Hal ini menunjukkan bahwa lonjakan permintaan lebih banyak ditopang oleh produksi primer dibandingkan emas bekas.

Baca Juga :  1 Emas Berapa Gram? Panduan Lengkap Berat Emas, Konversi, dan Cara Hitung Nilainya

Di kawasan Asia Pasifik, Direktur Regional WGC untuk Asia Pasifik (di luar China), Shaokai Fan, menyebut emas semakin diminati karena perannya sebagai aset aman, kinerja harga yang kuat sepanjang tahun, serta fungsinya dalam diversifikasi portofolio. Selain investor individu, bank sentral global juga tetap konsisten menambah cadangan emas.

Data WGC menunjukkan bank sentral di seluruh dunia menambah 863 ton emas ke dalam cadangan resmi mereka sepanjang 2025. Sementara itu, permintaan emas batangan dan koin melonjak 16 persen dan menjadi yang tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Investasi melalui ETF emas juga mencatat pembelian bersih mencapai 801 ton selama setahun.

Total permintaan emas fisik, terutama dalam bentuk batangan dan koin, mencapai 1.374 ton atau setara 154 miliar dolar AS. India dan China mendominasi segmen ini dengan kontribusi sekitar 50 persen dari total permintaan global.

Namun, tren tersebut tidak sepenuhnya merata di Asia Tenggara. Vietnam justru mencatat penurunan signifikan. Pada kuartal terakhir 2025, permintaan investasi emas di negara tersebut hanya mencapai 7 ton, turun 15 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Ini menjadi kuartal keenam berturut-turut terjadinya penurunan, sekaligus level terendah sejak akhir 2021.

Baca Juga :  Elon Musk Cetak Sejarah sebagai Manusia Pertama dengan Kekayaan Tembus 600 Miliar Dolar AS

WGC menilai penurunan di Vietnam terutama disebabkan oleh keterbatasan pasokan. Kelangkaan emas batangan bermerek SJC menyebabkan selisih harga domestik dan internasional melebar hingga lebih dari 550 dolar AS per ons. Dalam kondisi tersebut, sebagian masyarakat beralih ke emas perhiasan atau cincin emas 24 karat sebagai alternatif investasi.

Bank Negara Vietnam sendiri menyatakan bahwa negara tersebut bukan produsen emas dan sangat bergantung pada impor. Oleh karena itu, pembatasan impor diberlakukan guna menjaga stabilitas devisa, sehingga pasokan emas di pasar domestik menjadi terbatas.

Untuk mengatasi ketidakseimbangan ini, pemerintah Vietnam menerbitkan Dekrit 232 yang membuka peluang bagi bank dan perusahaan tertentu untuk mengimpor serta memproduksi emas batangan, dengan syarat memenuhi ketentuan modal minimum yang ketat.

Melihat ke depan, WGC memperkirakan tren positif emas masih akan berlanjut pada 2026. Ketidakpastian global yang belum mereda diyakini tetap menjadi pendorong utama. Bahkan, pada 26 Januari 2026, harga emas dunia tercatat menembus level psikologis 5.000 dolar AS per ons untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Baca Juga :  Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Ekonom Jerman Dorong Pemulangan Cadangan Emas dari AS di Tengah Ketegangan Global
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru