Pemerintah Iran Rilis Data Korban Protes, 3.117 Orang Tewas dalam Gelombang Kerusuhan

Avatar photo

- Penulis Berita

Kamis, 22 Januari 2026 - 09:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pengunjuk rasa berbaris di Teheran pada malam 10 Januari. Foto: AFP

Para pengunjuk rasa berbaris di Teheran pada malam 10 Januari. Foto: AFP

Pemerintah Iran melalui Badan Amal dan Urusan Veteran secara resmi merilis jumlah korban tewas dalam gelombang protes besar-besaran yang melanda negeri tersebut sejak akhir tahun 2025. Hingga 21 Januari 2026, tercatat sebanyak 3.117 orang tewas dalam kerusuhan yang menyebar dari Teheran ke berbagai kota di seluruh penjuru Iran.

Data yang bersumber dari Organisasi Forensik Iran ini merupakan laporan resmi pertama dari pihak otoritas sejak aksi demonstrasi pecah pada Desember 2025.

Rincian dan Klasifikasi Korban

Pemerintah Iran memberikan klasifikasi khusus terhadap ribuan korban jiwa tersebut, dengan rincian sebagai berikut:

  • Personel Keamanan & Warga Sipil: Sebanyak 2.427 orang dikategorikan sebagai korban dari pihak keamanan dan warga sipil yang terjebak dalam konflik.

  • Penyebab Kematian: Otoritas Iran menuding kelompok teroris, termasuk Negara Islam (IS), berada di balik banyak kematian brutal tersebut melalui operasi pembunuhan sengaja maupun penggunaan amunisi tanpa pandang bulu.

  • Kelompok Demonstran: Sebagian besar korban lainnya diyakini sebagai pengunjuk rasa yang, menurut klaim pemerintah, ditembak mati di tengah kerumunan oleh “penyelenggara teroris” guna memperkeruh suasana.

Baca Juga :  IRGC Sita Tanker di Teluk, Klaim Kargo Ilegal di Kapal Berbendera Kepulauan Marshall

Pernyataan Otoritas dan Bantahan Internasional

Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahide, menyatakan pada Senin lalu bahwa “pemberontakan telah berakhir” dan berkomitmen untuk menindak tegas aktor intelektual di balik aksi tersebut. Presiden Masoud Pezeshkian dan Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga secara konsisten membantah laporan dari berbagai organisasi Hak Asasi Manusia (HAM) internasional.

Sebagai perbandingan, sejumlah kelompok HAM di luar Iran memperkirakan angka kematian jauh lebih tinggi, yakni melampaui 15.000 jiwa, di mana sebagian besar merupakan pengunjuk rasa yang tewas dalam bentrokan.

Aksi protes yang awalnya dipicu oleh ketidakpuasan para pedagang terhadap situasi ekonomi dan depresiasi mata uang ini telah bergeser menjadi isu geopolitik yang panas:

  1. Tudingan Iran: Teheran menuduh agen intelijen Israel dan Amerika Serikat menghasut kerusuhan di dalam negeri.

  2. Respons AS: Departemen Luar Negeri AS menolak tuduhan tersebut dan balik menuduh Teheran mencoba mengalihkan perhatian dari masalah internal.

  3. Ancaman Militer: Presiden AS Donald Trump sempat melontarkan kemungkinan intervensi militer, termasuk serangan udara ke wilayah Iran. Namun, sekutu regional seperti Israel, Arab Saudi, Qatar, Oman, dan Turki dilaporkan telah memperingatkan Washington mengenai konsekuensi jangka panjang dari tindakan militer tersebut.

Baca Juga :  Pembukaan SEA Games 33 Dipenuhi Insiden, Thailand Tetap Tampilkan Perpaduan Tradisi dan Modernitas

Situasi di lapangan kini terpantau mulai mereda secara fisik, namun ketegangan diplomatik antara Iran dan blok Barat masih berada pada titik tertinggi dalam beberapa dekade terakhir.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru