Dua fenomena atmosfer yang sangat jarang terjadi berhasil terekam secara bersamaan di langit Laut Adriatik, tepatnya di antara Semenanjung Italia dan Balkan. Momen langka ini diabadikan oleh fotografer asal Italia, Valter Binotto, dan menjadi perhatian komunitas sains serta pengamat langit.
Dalam foto yang diunggah melalui akun Instagram miliknya, terlihat kemunculan Sprite berwarna merah berbentuk menyerupai tentakel di bagian tengah, dikelilingi oleh cahaya merah berbentuk cakram yang dikenal sebagai Elve. Menurut Binotto, kombinasi dua fenomena tersebut sangat jarang terjadi dalam satu waktu.
“Sprite terlihat seperti tentakel merah, sementara bentuk seperti piring terbang di sekelilingnya adalah Elve. Ini adalah kejadian ganda yang sangat langka,” jelas Binotto.
Binotto mengungkapkan bahwa Elve termasuk fenomena yang jauh lebih sulit ditangkap kamera dibandingkan Sprite. Selama lebih dari satu dekade memotret fenomena petir di atmosfer atas, ia baru tiga kali berhasil mengabadikan Elve. Pada 2023 lalu, karyanya juga sempat menarik perhatian dunia setelah berhasil merekam Elve berbentuk lingkaran merah dengan diameter sekitar 360 kilometer di langit Italia.
Secara ilmiah, Elve merupakan pancaran cahaya yang terbentuk akibat pulsa elektromagnetik sangat kuat dari sambaran petir besar. Pulsa ini berinteraksi dengan lapisan ionosfer bumi, menghasilkan kilatan cahaya berbentuk lingkaran luas di ketinggian puluhan hingga ratusan kilometer di atas permukaan bumi. Fenomena ini pertama kali ditemukan pada tahun 1990 oleh awak pesawat ulang-alik Discovery dalam misi peluncuran wahana antariksa Ulysses.
Sementara itu, Sprite yang pertama kali terdokumentasi pada 1989 merupakan jenis petir atmosfer atas yang tidak menyambar ke tanah, melainkan menjalar ke arah atas hingga ketinggian 50–90 kilometer. Sprite sering muncul sebagai kilatan berwarna merah dan kerap dikaitkan dengan badai petir berskala besar.
Warna merah pada kedua fenomena tersebut berasal dari stimulasi partikel nitrogen di atmosfer bagian atas. Meski sekilas mirip dengan aurora, mekanisme pembentukannya berbeda karena Sprite dan Elve dipicu oleh aktivitas listrik dari petir, bukan oleh partikel bermuatan dari luar angkasa.
Untuk menangkap momen ini, Binotto menggunakan kamera yang telah dimodifikasi khusus untuk fotografi astronomi agar lebih sensitif terhadap cahaya inframerah. Tantangan utama dalam memotret Sprite dan Elve adalah durasinya yang sangat singkat, hanya berlangsung dalam hitungan milidetik, sehingga membutuhkan ketepatan waktu dan peralatan khusus.
Sumber Berita: IFL Science, PetaPixel






