Akhiri Risiko di Orbit, China Sukses Kirim ‘Sekoci’ Penyelamat Shenzhou 22 ke Tiangong

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 26 November 2025 - 09:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal ke-22 diluncurkan dari Satellite Launch Center pada 25 November. Foto: Xinhua

Kapal ke-22 diluncurkan dari Satellite Launch Center pada 25 November. Foto: Xinhua

RAGAMNETWORK.COM – Situasi genting yang membayangi awak stasiun luar angkasa Tiangong akhirnya teratasi dengan suksesnya misi peluncuran terbaru dari China. Roket Long March 2F (Truong Chinh 2F) berhasil meluncurkan pesawat ruang angkasa Shenzhou 22 tanpa awak pada pukul 12.11 waktu setempat. Hanya berselang sekitar 10 menit setelah lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit, pesawat tersebut memisahkan diri dari roket pendorong dan meluncur mulus memasuki lintasan orbit yang telah ditentukan. Badan Pesawat Ruang Angkasa China (CMSA) segera mengumumkan keberhasilan manuver krusial ini.

Ketegangan sempat menyelimuti misi ini karena awak Shenzhou 21 yang tengah bertugas di orbit berada dalam posisi rentan tanpa kendaraan kembali. Sekitar empat jam pasca peluncuran, CMSA mengonfirmasi bahwa Shenzhou 22 telah menyelesaikan proses penyambungan (docking) dengan stasiun Tiangong. Kehadiran kapal ini berfungsi ganda: sebagai “sekoci” jika keadaan darurat terjadi sewaktu-waktu, serta dijadwalkan menjadi kendaraan pulang bagi awak Shenzhou 21 pada tahun 2026 mendatang setelah mereka merampungkan misi enam bulan di stasiun tersebut.

Baca Juga :  Pasar Properti Eropa Kontras: Luksemburg Melesat, Irlandia dan Finlandia Melambat

Langkah taktis ini diambil menyusul insiden kerusakan yang menimpa Shenzhou 20. Analisis gambar, evaluasi desain, hingga simulasi tes di bunker angin mengonfirmasi adanya retakan kecil pada jendela kapsul Shenzhou 20, yang diduga kuat akibat hantaman puing-puing sampah antariksa. Kerusakan tersebut menyebabkan kapal dinilai tidak memenuhi standar keselamatan untuk membawa manusia kembali ke Bumi, sehingga otoritas memutuskan menahan kapal itu di stasiun Tiangong hanya untuk keperluan eksperimen ilmiah.

Selain membawa misi keselamatan, Shenzhou 22 juga mengangkut pasokan logistik vital bagi kelangsungan hidup di antariksa. Muatannya mencakup makanan khusus, obat-obatan, produk pertanian segar, serta suku cadang stasiun. Secara spesifik, kapal ini juga membawa peralatan khusus yang dirancang untuk menangani retakan jendela pada kapsul Shenzhou 20. Misi ini sekaligus membuktikan efektivitas mekanisme “satu peluncur, satu kapal cadangan” yang diterapkan China, di mana Shenzhou 22 dan roket pendorongnya sebenarnya sudah dalam status siaga darurat saat misi sebelumnya berlangsung.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru