Sinyal Reda Tensi Dagang, Tiongkok Beli Gandum AS Setelah Setahun Vakum

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 7 November 2025 - 10:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gandum (Freepik)

Ilustrasi Gandum (Freepik)

RAGAMNETWORK.COM – Hubungan dagang antara Washington dan Beijing menunjukkan sinyal positif pasca pertemuan puncak antara kedua pemimpin negara pekan lalu. Tiongkok telah membeli kembali gandum Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya sejak Oktober tahun lalu, sebuah langkah yang dinilai menunjukkan meredanya ketegangan dagang kedua negara.

Menurut sumber Reuters, Tiongkok telah mengakuisisi dua batch gandum AS dengan total volume 120.000 ton. Pengiriman ini dijadwalkan berlangsung pada bulan Desember. Pembelian ini sangat signifikan karena Tiongkok hampir setahun penuh tidak membeli produk gandum AS.

Seorang pedagang di Singapura menyebut langkah Tiongkok ini memiliki nilai politis. “Tindakan ini menunjukkan komitmen untuk membeli biji-bijian Amerika, karena produk ini bukan yang termurah di pasar. Langkah ini lebih politis,” kata pedagang tersebut. Pembelian ini dilakukan meskipun Tiongkok memiliki panen domestik yang melimpah tahun ini.

Tahun lalu, Tiongkok mengimpor 1,9 juta ton gandum AS, menyumbang 17% dari total impor gandum negara tersebut. Namun, impor dalam sembilan bulan pertama tahun ini menurun drastis sebesar 72% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga :  Kapal Patroli China dan Jepang Saling Hadap di Perairan Sengketa Senkaku/Diaoyu

Tiongkok merupakan pasar terbesar untuk produk pertanian Amerika, dan komoditas ini sering dijadikan alat tawar-menawar (leverage) dalam ketegangan dagang. Setelah putaran tarif balasan awal tahun ini, Beijing hampir menghentikan pembelian produk pertanian utama, seperti gandum dan kedelai, dan beralih ke pemasok dari Amerika Selatan.

Akhir pekan lalu, momen penting terjadi ketika Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden AS Donald Trump bertemu di sela-sela KTT APEC di Korea Selatan. Kedua belah pihak dilaporkan menyepakati banyak hal, termasuk rencana mengurangi bea masuk, meningkatkan pembelian produk pertanian, hingga mengurangi kontrol ekspor teknologi dan mineral penting.

Aksi pembelian kembali ini tidak hanya terjadi pada gandum. Pekan lalu, kelompok makanan milik negara Tiongkok, COFCO, juga membeli tiga batch kedelai Amerika, menjadi pembelian kedelai AS pertama setelah berbulan-bulan vakum. Selain itu, pengiriman upah tinggi AS juga berlabuh di Tiongkok setelah pertemuan kedua pemimpin, menurut Dewan Biji-bijian dan Produk Biologis Mark Wilson.

Sebagai bagian dari upaya meredakan tensi, pejabat Tiongkok pada 5 November mengumumkan perpanjangan penundaan tarif 24-berkembang sebagai balasan terhadap AS selama satu tahun tambahan. Selain itu, tarif impor hingga 15 persen dari Tiongkok pada beberapa produk pertanian AS juga dijadwalkan akan dicabut pada 10 November.

Baca Juga :  Operasi Rio De Janeiro Picu Kontroversi, Presiden Lula Perintahkan Penyelidikan 'Pembantaian'

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru