BSI dan MVPN Gelar Forum Inovasi Pemuda untuk Dorong Teknologi Global

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BSI dan MVPN Gelar Forum Inovasi Pemuda untuk Dorong Teknologi Global

BSI dan MVPN Gelar Forum Inovasi Pemuda untuk Dorong Teknologi Global

Universitas BSI Kota Sukabumi bersama Muda Visioner Penggerak Nasional menggelar Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026 pada 30 Maret 2026. Agenda ini mengangkat tema International Youth Development Exchange Program atau INDEX, dan diposisikan sebagai ruang strategis bagi generasi muda untuk berbicara lebih serius tentang inovasi, teknologi, dan kontribusi mereka terhadap pembangunan.

Forum tersebut diarahkan terutama bagi kalangan mahasiswa, duta pemuda, dan kelompok anak muda lain yang memiliki minat pada pengembangan teknologi. Presiden MVPN, Indra A Oktariawan, menyebut kegiatan ini penting sebagai wadah bagi inovator muda, khususnya mahasiswa jurusan teknik, agar memiliki ruang bertemu, berdiskusi, dan mengembangkan ide yang tidak berhenti di kampus atau komunitas kecil mereka saja.

Salah satu fokus utama yang diangkat dalam kegiatan ini adalah pengenalan dan pengembangan ekosistem pesawat listrik. Topik tersebut jelas tidak biasa untuk sebuah forum pemuda tingkat daerah, sehingga menunjukkan bahwa penyelenggara ingin mendorong anak muda berpikir lebih jauh dari sekadar teknologi yang sudah umum. Ambisinya tampak cukup jelas: membangun keberanian untuk melirik sektor teknologi maju yang punya potensi besar di masa depan.

Baca Juga :  AMT Guru SMK Sumedang Diperkuat untuk Dorong Talenta Industri Hijau

Forum ini juga menghadirkan Alessandro Arraniry Pritajaya dari AAM Institute sebagai narasumber. Kehadirannya memberi warna penting karena isu pengembangan teknologi tidak hanya membutuhkan semangat muda, tetapi juga akses pada wawasan, jejaring, dan pengalaman yang lebih luas. Dalam konteks seperti ini, peran narasumber bukan sekadar bicara di depan peserta, tetapi membantu membuka horizon bahwa inovasi memang punya jalur nyata untuk dikembangkan.

Indra A Oktariawan menambahkan bahwa salah satu output kegiatan akan ditindaklanjuti pada April mendatang melalui koordinasi bersama Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. Pernyataan ini menandakan bahwa forum tersebut tidak ingin berhenti sebagai acara seremonial satu hari. Ada upaya untuk menghubungkan diskusi yang lahir dari forum dengan institusi yang dapat membantu membuka jalan bagi pengembangan ide secara lebih konkret.

Dari sisi semangat, kegiatan seperti ini memberi pesan penting bahwa inovasi teknologi bukan hanya milik kota besar atau laboratorium elite. Ketika kampus dan organisasi pemuda mau membangun ruang diskusi yang serius, peluang lahirnya gagasan baru jadi lebih terbuka. Apalagi peserta yang hadir berasal dari kalangan muda yang memang sedang berada di fase paling aktif untuk belajar, bereksperimen, dan kadang nekat mencoba hal-hal baru yang belum tentu terpikirkan oleh generasi sebelumnya.

Baca Juga :  Kampung Moderasi Limo Sambut Imlek dengan Lampion dan Gambang Kromong, Warga Tionghoa dan Non-Tionghoa Kompak

Kehadiran tema internasional juga memperlihatkan bahwa forum ini tidak ingin terjebak pada perspektif lokal yang terlalu sempit. Kata “global” dalam namanya terasa relevan, karena pengembangan teknologi saat ini memang selalu terkait dengan jejaring lintas negara, pertukaran gagasan, dan akses kolaborasi yang lebih luas. Kalau anak muda hanya diajak berpikir lokal terus, nanti inovasinya bagus, tapi parkirnya di folder seminar doang.

Melalui Indonesia Youth Global Innovation Forum 2026, Universitas BSI dan MVPN mencoba membangun jembatan antara semangat anak muda dan tantangan teknologi masa depan. Jika ditindaklanjuti secara serius, forum seperti ini bisa menjadi titik awal lahirnya lebih banyak gerakan inovasi dari daerah. Setidaknya, acara ini sudah memberi satu pesan penting: anak muda tidak hanya layak diajak bicara soal masa depan, tetapi memang seharusnya ikut menyusunnya dari sekarang.

Berita Terkait

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital
Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas
Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman
Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran
Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak
Saka Wira Kartika Barat Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Karakter dan Kebersamaan
Cimahi Terapkan WFH Jumat untuk ASN dengan Layanan Publik Tetap Berjalan
Cimahi Perkuat Bank Sampah dan TPS 3R untuk Kurangi Beban Sarimukti

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Alumni LPDP Turun Mengajar di SD Sumedang untuk Percepat Transformasi Pendidikan Digital

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Sumedang Arahkan Pembangunan 2027 ke Pertumbuhan Produktivitas Ekonomi yang Lebih Berkualitas

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Babinsa Magetan Kawal Penyaluran Bantuan Pangan agar Tepat Sasaran dan Tetap Aman

Rabu, 8 April 2026 - 12:50 WIB

Forkopimca Plaosan Gelar Apel dan Halal Bihalal untuk Perkuat Silaturahmi Pasca-Lebaran

Rabu, 8 April 2026 - 12:49 WIB

Posyandu Balita di Magetan Didorong Jadi Benteng Awal Cegah Stunting dan Penyakit Anak

Berita Terbaru