Upaya membangun industri hijau tidak hanya soal mesin dan teknologi, tetapi juga soal manusia yang menjalankannya. Pesan itu mengemuka saat Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka Achievement Motivation Training (AMT) Batch 2 bagi guru SMK se-Kabupaten Sumedang.
Kegiatan pembukaan berlangsung di Aula SMKN 1 Sumedang pada Senin, 23 Februari 2026. Pelatihan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas guru vokasi agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.
Dony menyampaikan apresiasi kepada TBS Foundation yang menginisiasi program peningkatan kapasitas tersebut. Ia berharap pelatihan tidak berhenti sebagai rutinitas, melainkan memberi makna, manfaat, dan dampak nyata bagi pendidikan vokasi di Sumedang.
Kolaborasi yang dibangun juga melibatkan Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri (BBPPMPV BMTI) Cimahi serta Kantor Cabang Dinas Wilayah VIII Provinsi Jawa Barat. Sinergi ini dinilai penting agar materi pelatihan relevan dengan kebutuhan terbaru.
Dalam kesempatan itu, Bupati turut mengucapkan terima kasih kepada SMKN 1 Sumedang sebagai tuan rumah. Ia menilai peran sekolah ini dapat semakin menguatkan posisinya sebagai pusat penggerak peningkatan mutu pembelajaran vokasi.
Menurut Dony, investasi SDM adalah fondasi daya saing Sumedang, terutama ketika daerah membuka diri pada inovasi dan investasi industri hijau. Ia menyebut Sumedang siap berkontribusi dalam pengembangan kawasan Rebana, termasuk peluang pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai sektor unggulan.
Pelatihan AMT menekankan tiga pilar: self-leadership, effective communication, dan growth mindset. Dony menilai guru perlu mampu memimpin diri, berkomunikasi efektif dengan generasi muda, serta terus belajar agar adaptif terhadap perubahan industri.
Direktur Eksekutif TBS Foundation, Anugraha Dezmercoledi, menjelaskan AMT berlangsung selama 6 hari, 23–28 Februari 2026. Peserta batch ini berjumlah 50 guru dari berbagai sekolah; sebelumnya 50 guru lain telah mengikuti pelatihan pada September 2025 sehingga total mencapai 100 guru.
Anugraha menambahkan, pendekatan program menyeimbangkan hard skills dan soft skills: jika hard skills membuat sistem berjalan, soft skills memastikan sistem berjalan dengan benar. Dengan pola ini, diharapkan lahir talenta pendidik yang mampu menyiapkan lulusan SMK untuk kesempatan kerja dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.






