Pemerintah Kabupaten Sumedang mulai mengarahkan fokus pembangunan 2027 pada tema “Akselerasi Pertumbuhan Produktivitas Sektor Ekonomi”. Tema ini menunjukkan bahwa arah kebijakan daerah tidak lagi hanya mengejar laju pertumbuhan yang tinggi secara angka, tetapi mulai menitikberatkan pada kualitas pertumbuhan yang lebih inklusif dan lebih berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan bahwa seluruh rumusan program pembangunan harus mengarah pada pencapaian tema tersebut. Menurutnya, pemerintah daerah perlu lebih cermat menangkap peluang dari program strategis nasional, lalu menghubungkannya dengan potensi lokal yang dimiliki Sumedang. Dengan pendekatan itu, pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi bertemu dalam satu sasaran yang jelas.
Dony menekankan bahwa peluang dari pemerintah pusat tidak boleh dilewatkan begitu saja. Ia meminta seluruh pemangku kepentingan mampu mengolaborasikan agenda nasional dengan kekuatan ekonomi daerah agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dalam logika ini, Sumedang tidak hanya diposisikan sebagai penerima program, tetapi sebagai daerah yang aktif menyusun strategi agar setiap peluang bisa diubah menjadi hasil nyata.
Ia juga mengingatkan bahwa capaian pembangunan yang sudah diraih tidak boleh membuat pemerintah cepat puas. Menurutnya, untuk mencapai hasil yang lebih tinggi dibutuhkan upaya ekstra yang lebih serius. Ia menggambarkan bahwa hasil kerja dalam pendekatan sistem merupakan interaksi fungsional antara banyak elemen, sehingga semua bagian pemerintahan harus bergerak saling terhubung, bukan bekerja dalam kotak masing-masing.
Dalam pidatonya, Dony turut menyoroti pentingnya peran masyarakat pada era Society 5.0. Ia menyebut bahwa pemerintah kini lebih tepat diposisikan sebagai fasilitator, sementara masyarakat adalah co-creator dalam proses pembangunan. Pernyataan ini cukup penting karena menunjukkan adanya perubahan cara pandang. Pemerintah tidak lagi diposisikan sebagai satu-satunya aktor utama, melainkan sebagai penggerak yang membuka ruang agar masyarakat bisa ikut berkreasi dan berkontribusi.
Pendekatan seperti ini relevan dengan tantangan pembangunan saat ini. Di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang cepat, pemerintah daerah perlu lebih luwes membangun kolaborasi. Kalau semuanya masih mengandalkan pola lama yang serba top-down, hasilnya sering mentok di birokrasi. Sekarang zamannya pemerintah jadi fasilitator yang lincah, bukan sutradara tunggal yang semua adegannya mau diatur sendiri.
Melalui forum Musrenbang RKPD 2027, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap rumusan program yang dihasilkan bisa lebih fokus, terukur, dan benar-benar selaras dengan tema pembangunan tahunan. Harapannya, perencanaan yang lebih tajam ini tidak hanya mempercepat pergerakan ekonomi, tetapi juga memastikan manfaatnya tersebar lebih merata dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Sumedang juga menyerahkan PPPD Award sebagai bentuk dorongan untuk meningkatkan mutu perencanaan di perangkat daerah. Penghargaan diberikan kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah, DPMPTSP, dan Badan Pendapatan Daerah untuk kategori dinas atau badan, serta Kecamatan Tomo, Buahdua, dan Paseh untuk kategori kecamatan. Kehadiran penghargaan ini menunjukkan bahwa kualitas perencanaan tidak sekadar dibicarakan, tetapi juga mulai diukur dan diapresiasi secara konkret agar budaya pembangunan yang lebih tertata bisa terus tumbuh di lingkungan pemerintah daerah.






