Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga Kabupaten Batang meningkatkan pengawasan di berbagai tempat wisata selama libur Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengunjung tetap merasa aman, nyaman, dan terlindungi saat jumlah wisatawan diperkirakan meningkat signifikan.
Pemantauan dilakukan di sejumlah destinasi, di antaranya Bandar Ecopark, Kembanglangit, Forest Kopi, Metsa Kopi, Pagilaran, dan Wisata Alam Kamulyan. Peninjauan tidak hanya fokus pada keramaian, tetapi juga pada kondisi fasilitas umum, wahana, serta aksesibilitas menuju lokasi wisata.
Kepala Bidang Destinasi dan Usaha Pariwisata Disparpora Batang, Debby Sintya Rengganis, menjelaskan bahwa fokus utama pengawasan adalah aspek keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kebersihan objek wisata. Hal ini terutama penting pada destinasi berbasis air seperti sungai atau kawasan alam terbuka yang memiliki risiko lebih tinggi.
Menurut Debby, seluruh fasilitas yang digunakan wisatawan harus berada dalam kondisi layak dan aman. Pemeriksaan itu mencakup wahana permainan, area umum, sampai jalur keluar-masuk pengunjung. Jadi bukan cuma soal tempatnya indah buat foto, tetapi juga soal apakah pengunjung bisa menikmati liburan tanpa waswas.
Pengawasan wisata selama musim libur ini juga melibatkan banyak unsur. Disparpora berkoordinasi dengan kepolisian, PMI, tim kesehatan, dan tim SAR untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan. Kolaborasi ini penting agar bila terjadi insiden, penanganannya dapat dilakukan lebih cepat dan terorganisasi.
Pemerintah daerah juga menaruh harapan besar pada sektor wisata selama libur Lebaran. Debby menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan diperkirakan meningkat dan target pendapatan dari momentum ini dipatok sekitar Rp4 miliar. Dengan banyaknya pilihan destinasi, Batang ingin memanfaatkan musim libur sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dari sisi pelaku wisata, optimisme serupa juga muncul. Pengelola Forest Kopi, Hasan, mengatakan jumlah pengunjung selama libur Idulfitri tahun ini meningkat hingga tiga kali lipat, bahkan bisa mencapai sekitar 4.500 orang per hari. Ia menilai cuaca yang mendukung menjadi salah satu faktor yang membuat wisatawan lebih antusias berkunjung.
Hasan menambahkan bahwa sekitar 50 persen pengunjung datang dari luar kota. Mereka umumnya mencari suasana alam yang segar, tempat bersantai, dan pengalaman berbeda sambil menikmati kopi. Untuk menambah daya tarik, pengelola juga menghadirkan satu wahana baru berupa kolam air hangat bersuhu sekitar 35 derajat, yang dirancang agar anak-anak maupun keluarga bisa bermain lebih nyaman.
Pada akhirnya, Disparpora Batang berharap libur Lebaran tahun ini tidak hanya ramai secara angka, tetapi juga berkualitas dari sisi layanan dan keselamatan. Pemerintah juga mengajak masyarakat berwisata di daerah sendiri agar perputaran ekonomi lokal ikut meningkat. Kalau bisa liburan sambil bantu ekonomi daerah, rasanya memang jadi paket lengkap.






