Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka pengajian khusus Ramadan 1447 H sekaligus pengajian semester genap di Pondok Pesantren Al-Buruj pada Sabtu, 28 Februari 2026. Pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pembelajaran keagamaan yang diharapkan berlangsung lebih serius dan berdampak bagi para santri.
Dalam arahannya, Dony menekankan pentingnya meluruskan niat sejak awal sebelum memulai proses belajar di bulan suci. Menurutnya, Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga saat yang tepat untuk menjadikan kegiatan menuntut ilmu sebagai titik balik pembentukan karakter dan kualitas diri.
Ia mengajak para santriwati agar menjadikan pengajian Ramadan sebagai fase untuk belajar lebih sungguh-sungguh dibanding sebelumnya. Semangat belajar, kata Dony, perlu ditingkatkan karena setiap ikhtiar menuntut ilmu pada bulan Ramadan memiliki nilai ibadah yang besar dan pahalanya dilipatgandakan.
Bupati juga menegaskan bahwa tekad belajar harus dibulatkan secara sadar, bukan sekadar mengikuti rutinitas pondok. Ia menyampaikan bahwa pengajian yang diawali dengan niat kuat akan memberi dampak psikologis positif, sehingga santri memiliki kesiapan mental untuk menjalani proses pembelajaran yang lebih disiplin.
Selain memberikan motivasi kepada santri, Dony menyampaikan arahan khusus kepada para ustaz dan ustazah pengasuh pesantren. Ia meminta para pengajar terus meningkatkan kualitas pengajaran dan tidak menjalankan tugas sebatas formalitas, agar ilmu yang disampaikan benar-benar menjadi bekal hidup yang bermanfaat.
Menurutnya, persiapan pengajaran harus dilakukan secara matang, mulai dari penyusunan materi hingga cara penyampaian. Dengan proses yang baik, pesantren tidak hanya menghasilkan santri yang paham materi, tetapi juga mampu mengamalkan ilmu untuk kepentingan dunia dan akhirat.
Dony turut mengapresiasi kedisiplinan santri Al-Buruj yang tetap antusias mengikuti pengajian meski banyak di antaranya sedang menempuh kuliah di perguruan tinggi seperti UNSAP dan UPI. Ia menilai semangat tersebut sebagai modal penting untuk melahirkan generasi unggul yang memiliki penguasaan ilmu umum sekaligus dasar agama yang kuat.
Ia juga mendorong para santri agar membiasakan belajar dengan persiapan, misalnya membaca materi sebelum kelas dimulai. Kebiasaan ini dinilai dapat membuat pemahaman lebih mendalam dan membantu proses belajar menjadi lebih efektif dibanding hanya mengandalkan penjelasan saat pengajian berlangsung.
Pembukaan pengajian Ramadan di Ponpes Al-Buruj akhirnya tidak sekadar seremoni awal semester, tetapi juga penguatan pesan tentang niat, disiplin, dan peningkatan mutu belajar. Dengan sinergi antara santri dan para pengajar, kegiatan ini diharapkan melahirkan perubahan nyata dalam kualitas pembelajaran selama bulan suci maupun setelahnya.






