RAGAMNETWORK.COM – Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah menyita sebuah kapal tanker di perairan Teluk. Kapal tersebut ditangkap atas tuduhan mengangkut kargo secara ilegal, memicu peningkatan kewaspadaan di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.
IRGC mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden ini. “Kemarin pagi, pukul 7:30 pagi, setelah pengadilan memerintahkan penyitaan barang-barang dari sebuah kapal tanker bernama Takara dan bendera Kepulauan Marshall, unit respons cepat dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) memantau dan mencegat kendaraan,” kata IRGC.
Kapal tanker tersebut membawa 30.000 ton produk petrokimia yang sedang dalam perjalanan menuju Singapura. Pernyataan IRGC menyebutkan, “Kapal tanker ini ditemukan melanggar hukum karena kargo ilegal.”
Menurut perusahaan keamanan maritim Ambrey, kapal yang berlayar dari pelabuhan Ajman Uni Emirat Arab (UEA) ini melakukan perjalanan ke selatan melalui Selat Hormuz. Saat berada di sana, kapal tersebut didekati oleh tiga kapal kecil sebelum “tiba-tiba dialihkan.”
Perusahaan manajemen Columbia Shipmanagement menyatakan kehilangan kontak dengan kapal Talar (nama yang mungkin merujuk pada kapal yang sama) pada pagi hari 14 November, ketika kapal itu berjarak sekitar 37 km dari pantai Khor Fakkan, UEA. Kapal ini diketahui dimiliki oleh Pasha Finance, yang berbasis di Siprus.
Militer AS segera merespons. Armada Kelima Angkatan Laut AS, unit patroli regional, menyatakan telah mengetahui insiden itu dan secara aktif memantau situasi. Armada Kelima menegaskan prinsip navigasi. “Kapal komersial menikmati kebebasan navigasi dan perdagangan di perairan internasional yang hampir tanpa hambatan,” kata mereka.
IRGC dalam beberapa tahun terakhir memang kadang-kadang menangkap kapal komersial di Teluk, seringkali dengan mengutip pelanggaran maritim, seperti dugaan penyelundupan, pelanggaran teknis, atau sengketa hukum. Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyatakan insiden terbaru ini mengejutkan, sebab Iran telah membatasi kegiatan semacam itu dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak kampanye udara Israel pada Juni. Terakhir kali Teheran menyita kapal asing adalah pada April 2024.






