IRGC Sita Tanker di Teluk, Klaim Kargo Ilegal di Kapal Berbendera Kepulauan Marshall

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 16 November 2025 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

IRGC Sita Tanker di Teluk,

IRGC Sita Tanker di Teluk,

RAGAMNETWORK.COM – Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengonfirmasi telah menyita sebuah kapal tanker di perairan Teluk. Kapal tersebut ditangkap atas tuduhan mengangkut kargo secara ilegal, memicu peningkatan kewaspadaan di salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia.

IRGC mengeluarkan pernyataan resmi mengenai insiden ini. “Kemarin pagi, pukul 7:30 pagi, setelah pengadilan memerintahkan penyitaan barang-barang dari sebuah kapal tanker bernama Takara dan bendera Kepulauan Marshall, unit respons cepat dari Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) memantau dan mencegat kendaraan,” kata IRGC.

Kapal tanker tersebut membawa 30.000 ton produk petrokimia yang sedang dalam perjalanan menuju Singapura. Pernyataan IRGC menyebutkan, “Kapal tanker ini ditemukan melanggar hukum karena kargo ilegal.”

Menurut perusahaan keamanan maritim Ambrey, kapal yang berlayar dari pelabuhan Ajman Uni Emirat Arab (UEA) ini melakukan perjalanan ke selatan melalui Selat Hormuz. Saat berada di sana, kapal tersebut didekati oleh tiga kapal kecil sebelum “tiba-tiba dialihkan.”

Perusahaan manajemen Columbia Shipmanagement menyatakan kehilangan kontak dengan kapal Talar (nama yang mungkin merujuk pada kapal yang sama) pada pagi hari 14 November, ketika kapal itu berjarak sekitar 37 km dari pantai Khor Fakkan, UEA. Kapal ini diketahui dimiliki oleh Pasha Finance, yang berbasis di Siprus.

Baca Juga :  Sinyal Reda Tensi Dagang, Tiongkok Beli Gandum AS Setelah Setahun Vakum

Militer AS segera merespons. Armada Kelima Angkatan Laut AS, unit patroli regional, menyatakan telah mengetahui insiden itu dan secara aktif memantau situasi. Armada Kelima menegaskan prinsip navigasi. “Kapal komersial menikmati kebebasan navigasi dan perdagangan di perairan internasional yang hampir tanpa hambatan,” kata mereka.

IRGC dalam beberapa tahun terakhir memang kadang-kadang menangkap kapal komersial di Teluk, seringkali dengan mengutip pelanggaran maritim, seperti dugaan penyelundupan, pelanggaran teknis, atau sengketa hukum. Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya menyatakan insiden terbaru ini mengejutkan, sebab Iran telah membatasi kegiatan semacam itu dalam beberapa bulan terakhir, terutama sejak kampanye udara Israel pada Juni. Terakhir kali Teheran menyita kapal asing adalah pada April 2024.

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru