Operasi Rio De Janeiro Picu Kontroversi, Presiden Lula Perintahkan Penyelidikan ‘Pembantaian’

Avatar photo

- Penulis Berita

Rabu, 5 November 2025 - 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva

Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva

RAGAMNETWORK.COM – Sebuah operasi keamanan yang digelar oleh pasukan keamanan di daerah kumuh Rio de Janeiro akhir bulan lalu telah memicu kontroversi nasional di Brasil. Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva, secara terbuka menyebut serangan tersebut sebagai “pembantaian,” dan segera memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap otoritas terkait.

“Itu adalah pembantaian dan saya pikir penting untuk memverifikasi faktor-faktor yang mengarah pada ini,” kata Presiden Lula da Silva pada 4 November. Serangan yang melibatkan ribuan polisi dan tentara ini terjadi pada 28 Oktober, menggunakan senjata berat terhadap anggota geng di daerah kumuh Rio de Janeiro, dan menewaskan total 121 orang.

Presiden Lula da Silva menyoroti jumlah korban jiwa yang sangat tinggi, yang menurutnya kontroversial. Ia menegaskan bahwa mandat pengadilan sebelum serangan tidak mengizinkan pembunuhan massal. “Putusan hakim sebelum penggerebekan adalah untuk memerintahkan penangkapan, bukan pembunuhan massal,” katanya.

Presiden Brasil itu menilai, meskipun sebagian pihak mungkin menganggap jumlah korban tewas dalam serangan itu sebagai “sukses,” dari perspektif pemerintah federal, insiden tersebut dianggap sebagai “bencana.”

Baca Juga :  Wang Wubo Dinobatkan sebagai Raja Catur Tiongkok Termuda Generasi Baru

Petugas keamanan dan tentara terlibat dalam pertempuran sengit dengan anggota geng, mengungkap tantangan keamanan yang terus-menerus dihadapi Rio de Janeiro. Insiden ini juga secara jelas mengekspos perpecahan pendapat tentang solusi masalah kejahatan yang kronis di sana.

Bertentangan dengan pandangan Lula, pejabat negara bagian Rio de Janeiro menilai operasi tersebut sukses. Gubernur Claudio Castro berargumen bahwa korban tewas adalah petugas yang gugur dan para penjahat.

Namun, aktivis hak asasi manusia telah mengutuk insiden ini, menyoroti adegan memilukan mayat-mayat yang tergeletak di jalanan. Di sisi lain, survei menunjukkan adanya perbedaan pandangan yang mencolok di masyarakat. Banyak penduduk Rio de Janeiro, yang merasa muak dengan kejahatan, justru menyatakan dukungan terhadap kampanye keamanan tersebut.

Sumber Berita: Reuters, AFP

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru