BPS: Kemiskinan Kaltim Naik 5,19 Persen per September 2025, Garis Kemiskinan Tembus Rp897.759

Avatar photo

- Penulis Berita

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kemiskinan (Freepik)

Ilustrasi Kemiskinan (Freepik)

Angka kemiskinan di Kalimantan Timur (Kaltim) tercatat meningkat pada September 2025. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan berada di 5,19 persen atau setara 202,04 ribu jiwa. Dibandingkan Maret 2025, jumlah penduduk miskin bertambah sekitar 2,33 ribu orang dari 199,71 ribu jiwa.

Meski naik dibanding periode Maret 2025, BPS mencatat jumlah tersebut masih lebih rendah jika dibandingkan September 2024. Dalam perbandingan tahunan, penduduk miskin di Kaltim disebut berkurang 9,84 ribu orang. Perubahan itu menunjukkan dinamika yang berbeda antara tren jangka pendek dan capaian dibanding tahun sebelumnya.

Dari sisi wilayah tempat tinggal, pola pergerakannya tidak seragam. Pada periode Maret–September 2025, jumlah penduduk miskin di perkotaan justru naik 4,87 ribu orang, sedangkan di perdesaan turun 2,54 ribu orang. Persentasenya juga bergerak berbeda: kemiskinan di kota naik dari 4,16 persen menjadi 4,31 persen, sementara di desa turun dari 7,48 persen menjadi 7,24 persen.

BPS turut melaporkan Garis Kemiskinan (GK) Kaltim pada September 2025 sebesar Rp897.759 per kapita per bulan. Komponen makanan masih mendominasi dengan Rp629.611 atau sekitar 70,13 persen, sedangkan kebutuhan nonmakanan Rp268.148 atau 29,87 persen. Komoditas pembentuk GK tetap didorong bahan pangan, dengan beras menjadi kontributor terbesar, disusul rokok kretek filter dan beberapa kebutuhan konsumsi lainnya seperti daging ayam, telur, serta mi instan.

Baca Juga :  Pemkab Kendal Apresiasi Primkopti Harum, Dorong Inovasi dan Tata Niaga Kedelai Lebih Tertata

Untuk indikator kedalaman dan keparahan, BPS mencatat Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) turun dari 0,878 pada Maret 2025 menjadi 0,833 di September 2025. Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) juga menurun dari 0,222 menjadi 0,183. Pada periode ini, rata-rata rumah tangga miskin beranggotakan 5,14 orang, sehingga garis kemiskinan per rumah tangga miskin berada di kisaran Rp4.614.481 per bulan.

Berita Terkait

Ketua The Fed Kevin Warsh Tegaskan Inflasi Masih Jadi Ancaman, Komitmen Jaga Stabilitas Harga AS
Harga Emas Dunia Bangkit, Sempat Sentuh Hampir US$4.100 per Ons di Tengah Pelemahan Dolar
Gelombang Panas Ancam Ekonomi Eropa, Produktivitas Turun dan Risiko Inflasi Meningkat
Pemkab Kendal Apresiasi Primkopti Harum, Dorong Inovasi dan Tata Niaga Kedelai Lebih Tertata
IHSG Tumbang 7,34% ke Level 8.321, Efek “Interim Freeze” MSCI Guncang Bursa Domestik
Investasi Sumedang 2025 Tembus Rp5,6 Triliun, Serap Ribuan Tenaga Kerja di Kawasan Rebana
Investor Domestik Unjuk Gigi, IHSG Tembus Rekor Tertinggi Meski Asing Lepas Saham
Pembiayaan Koperasi Desa Dijamin Pemerintah: Menkeu Segera Selesaikan Revisi Aturan Kredit
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:13 WIB

Ketua The Fed Kevin Warsh Tegaskan Inflasi Masih Jadi Ancaman, Komitmen Jaga Stabilitas Harga AS

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:46 WIB

Harga Emas Dunia Bangkit, Sempat Sentuh Hampir US$4.100 per Ons di Tengah Pelemahan Dolar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 11:46 WIB

Gelombang Panas Ancam Ekonomi Eropa, Produktivitas Turun dan Risiko Inflasi Meningkat

Sabtu, 7 Februari 2026 - 09:00 WIB

Pemkab Kendal Apresiasi Primkopti Harum, Dorong Inovasi dan Tata Niaga Kedelai Lebih Tertata

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:00 WIB

BPS: Kemiskinan Kaltim Naik 5,19 Persen per September 2025, Garis Kemiskinan Tembus Rp897.759

Berita Terbaru