Perusahaan AS Memulai Era Baru Transportasi dengan Produksi Mobil Terbang Komersial

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Model mobil terbang selama tes.

Model mobil terbang selama tes.

Industri mobilitas global memasuki fase transformasi baru setelah perusahaan teknologi penerbangan asal Amerika Serikat, Alves Aeronautics, resmi memulai produksi unit pertama mobil terbang Model A. Langkah ini menjadi tonggak besar dalam perkembangan kendaraan udara listrik yang dapat beroperasi di jalan umum sekaligus mampu melakukan lepas landas vertikal.

Model A diproduksi secara manual di fasilitas perakitan Alef di Silicon Valley, California. Setiap unit membutuhkan waktu pengerjaan beberapa bulan, karena perusahaan menerapkan proses kombinasi antara robotika industri dan pekerjaan manual untuk memastikan pengawasan ketat di setiap tahapan produksi. Pendekatan ini sengaja diterapkan sebelum Alef meningkatkan kapasitas menuju produksi massal otomatis.

Tahap awal produksi ini dikhususkan untuk sekelompok kecil pelanggan perintis. Mereka akan menerima unit pertama mobil terbang tersebut, sekaligus mendapatkan pelatihan penggunaan, panduan kepatuhan, dan dukungan pemeliharaan dari perusahaan. Umpan balik dari penggunaan dunia nyata menjadi dasar pengembangan lebih lanjut, termasuk penyempurnaan struktur dan sistem penerbangan.

Keunikan Model A terletak pada kemampuannya sebagai kendaraan yang sepenuhnya legal digunakan di jalan raya namun tetap berfungsi layaknya pesawat eVTOL. Perbedaannya dengan eVTOL konvensional adalah kendaraan ini tidak membutuhkan bandara atau helipad, sehingga memberikan fleksibilitas operasional bagi penggunanya.

Baca Juga :  Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Model A ditenagai sepenuhnya oleh listrik, menjadikannya kendaraan ramah lingkungan dengan efisiensi energi yang diklaim lebih baik dibanding Tesla maupun kendaraan listrik lainnya. Mobil terbang ini menawarkan jarak tempuh 354 km saat dikendarai dan jarak terbang 177 km. Desainnya mencakup kabin berartikulasi, sayap tertutup, dan sistem baling-baling yang terintegrasi.

Untuk aspek keselamatan, Alef membekali Model A dengan sistem propulsi listrik terdistribusi, berbagai lapisan cadangan keamanan, diagnostik canggih, fitur penghindaran rintangan, mekanisme pendaratan darurat, hingga parasut.

Mobil terbang Model A saat ini dipasarkan dalam skema pre-order dengan harga sekitar 300.000 dolar AS. Dalam visi jangka panjang, Alef juga tengah mengembangkan Model Z, sebuah sedan terbang empat kursi yang ditargetkan meluncur pada 2035. Produk masa depan tersebut diklaim akan memiliki harga jauh lebih terjangkau, yaitu 35.000 dolar AS, dengan jarak terbang hingga 321 km, jarak berkendara 643 km, serta kemampuan terbang otonom.

Kehadiran mobil terbang komersial ini menandai dimulainya era baru transportasi udara pribadi yang semakin dekat dengan realitas, bukan lagi sekadar konsep futuristik.

Baca Juga :  Kapal Patroli China dan Jepang Saling Hadap di Perairan Sengketa Senkaku/Diaoyu

Berita Terkait

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh
BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina
Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan
BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem
NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan
Trump Puji Perdana Menteri Jepang Jelang Pertemuan Penting Di Washington
WGC: Permintaan Emas Dunia Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang 2025
Trump Ultimatum Kanada, Ancaman Tarif 100% Jika Perkuat Kerja Sama Dagang dengan China

Berita Terkait

Sabtu, 28 Maret 2026 - 09:45 WIB

Hakim Inggris Sebut Barron Trump Bantu Selamatkan Temannya dari Jarak Jauh

Jumat, 13 Maret 2026 - 10:26 WIB

BAZNAS RI Kirim 33.917 Paket Pangan untuk Warga Palestina

Senin, 2 Maret 2026 - 11:00 WIB

Perjanjian Dagang AS-RI Dinilai Mengancam Kedaulatan Digital dan Ruang Kebijakan

Sabtu, 28 Februari 2026 - 12:07 WIB

BAZNAS Salurkan 300 Selimut untuk Warga Gaza Hadapi Dingin Ekstrem

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:24 WIB

NASA Targetkan Artemis 2 Meluncur 6 Maret, Misi Berawak Bulan

Berita Terbaru