Terobosan Teknologi, Ilmuwan China Kembangkan Chip Fleksibel Setipis Rambut Manusia

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 25 Januari 2026 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sepotong chip dalam foto itu diterbitkan pada 22 Januari. Foto: Handout

Sepotong chip dalam foto itu diterbitkan pada 22 Januari. Foto: Handout

Dunia teknologi semikonduktor kembali dikejutkan oleh inovasi terbaru dari China. Tim peneliti Universitas Fudan berhasil mengembangkan chip fleksibel berbentuk serat dengan ketebalan setara rambut manusia, sebuah terobosan yang berpotensi mengubah masa depan komputasi dan teknologi wearable.

Dalam publikasi ilmiah yang dimuat di jurnal Nature pada 22 Januari 2026, para peneliti memperkenalkan teknologi yang mereka sebut sebagai integrated circuits on fiber atau sirkuit terintegrasi berbasis serat. Berbeda dari chip konvensional yang dibuat pada permukaan silikon datar dan kaku, chip ini dirancang pada substrat fleksibel yang kemudian digulung hingga membentuk struktur menyerupai benang.

Meski ukurannya sangat tipis, chip serat tersebut memiliki performa yang mengesankan. Kepadatan transistor mencapai sekitar 100.000 transistor per sentimeter persegi, setara dengan chip semikonduktor modern berskala besar yang umum digunakan saat ini.

Keunggulan utama dari chip berbentuk serat ini terletak pada fleksibilitasnya. Chip silikon tradisional cenderung mudah rusak ketika ditekuk atau dipelintir, sehingga tidak cocok untuk diaplikasikan pada material lentur atau jaringan biologis. Keterbatasan tersebut selama ini menjadi hambatan besar dalam pengembangan perangkat elektronik yang dapat dikenakan atau diimplantasikan ke tubuh manusia.

Baca Juga :  Prediksi DeepSeek, AI Ancam Mayoritas Pekerjaan dalam Dua Dekade

Sebaliknya, chip serat mampu mempertahankan fungsi komputasi meskipun mengalami tekanan mekanis seperti ditekuk, dipilin, atau dijahit ke dalam bahan tekstil. Hal ini membuka peluang baru bagi pengembangan pakaian pintar yang berfungsi layaknya komputer, sensor kesehatan, bahkan perangkat hiburan seperti layar atau televisi yang terintegrasi langsung ke dalam kain.

Para peneliti juga menyebutkan bahwa chip ini memiliki ketahanan yang cukup untuk digunakan dalam aktivitas sehari-hari, termasuk dicuci bersama pakaian tanpa mengalami kerusakan fungsi. Selain sektor fesyen dan elektronik konsumen, teknologi ini dinilai sangat potensial untuk aplikasi medis, seperti implan cerdas yang dapat berinteraksi langsung dengan jaringan hidup.

Inovasi ini memperkuat posisi China dalam perlombaan teknologi chip global, sekaligus menandai arah baru pengembangan semikonduktor yang tidak lagi terbatas pada bentuk kaku dan datar, melainkan menyatu dengan kehidupan manusia secara lebih alami.

Berita Terkait

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink
Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar
Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC
Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia
Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru
OpenAI Pertimbangkan Sora Masuk ke ChatGPT untuk Bikin Video Langsung
Netflix Akuisisi InterPositive, Startup AI Ben Affleck untuk Pasca Produksi
Harga RAM Samsung untuk Apple Naik Tajam, iPhone dan Mac Terancam Lebih Mahal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 09:41 WIB

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar

Rabu, 1 April 2026 - 09:24 WIB

Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:58 WIB

Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru

Berita Terbaru