Ilmuwan dari China kembali mencatatkan sejarah di bidang teknologi semikonduktor dengan meluncurkan LightGen, chip optik pertama di dunia yang mampu menjalankan model kecerdasan buatan (AI) skala besar secara mandiri. Terobosan yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Shanghai Jiao Tong University dan Tsinghua University ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah ternama Science pada 19 Desember 2025.
Berbeda dengan chip konvensional yang mengandalkan elektron, LightGen memproses informasi menggunakan cahaya (foton), memberikan solusi atas krisis kebutuhan daya komputasi dan efisiensi energi yang terus meningkat di era AI generatif.
Tiga Terobosan Utama LightGen
Menurut Prof. Chen Yitong, perwakilan tim peneliti, LightGen berhasil mengatasi tiga tantangan arsitektur kompleks yang selama ini menghambat komputasi optik:
-
Integrasi Masif: Menggabungkan lebih dari dua juta neuron foton dalam satu chip tunggal.
-
Konversi Dimensi Optik: Melakukan konversi dimensi optik secara penuh tanpa bergantung pada komponen elektronik tradisional.
-
Algoritma Pelatihan Khusus: Mengembangkan sistem pelatihan model biogenetik optik yang tidak lagi berbasis pada data aktual, melainkan pemrosesan semantik murni.
Performa Melampaui Nvidia A100
LightGen menunjukkan performa teknis yang jauh meninggalkan standar chip elektronik digital saat ini. Berikut adalah perbandingan efisiensi yang dicatat:
-
Kecepatan Komputasi: Mencapai TOPS (Terra Operations Per Second).
-
Efisiensi Energi: Mencatat TOPS per watt, angka yang secara signifikan melampaui kemampuan chip terdepan dunia seperti Nvidia A100.
Kemampuan “Memahami” dan “Menciptakan”
LightGen bukan sekadar alat bantu akselerasi, melainkan sistem loop lengkap yang mencakup proses Input – Pemahaman – Semantik – Penciptaan. Chip ini mampu mengekstrak informasi semantik dari gambar dan menghasilkan data multimedia baru, seperti:
-
Pembuatan gambar resolusi tinggi dengan kualitas setara Stable Diffusion.
-
Visualisasi 3D dan pembuatan video definisi tinggi.
-
Kontrol semantik untuk tugas-tugas berbasis AI generatif yang sangat kompleks.
Uji coba menunjukkan bahwa LightGen mampu meningkatkan efisiensi daya hingga dua kali lipat dibandingkan chip digital teratas bahkan dengan perangkat input lama. Dengan peralatan pendukung yang canggih, chip ini secara teori dapat memberikan peningkatan daya komputasi hingga 7 kali lipat.
Kehadiran LightGen menandai pergeseran dari era transistor berbasis listrik menuju era fotonik. Inovasi ini membuka jalur baru dalam riset komputasi cerdas yang tidak hanya lebih cepat, tetapi juga jauh lebih hemat energi, menjadikannya tonggak penting dalam perlombaan teknologi AI global.






