Meta Perkuat Ambisi Wearable AI Lewat Akuisisi Startup Limitless

Avatar photo

- Penulis Berita

Selasa, 16 Desember 2025 - 11:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Wearable AI

Ilustrasi Wearable AI

Meta kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan portabel. Raksasa teknologi tersebut resmi mengakuisisi Limitless, sebuah startup asal Amerika Serikat yang mengembangkan perangkat wearable berbasis AI. Langkah ini menegaskan strategi Meta untuk menembus pasar wearable AI yang kini semakin kompetitif.

Akuisisi ini diumumkan pada Jumat (15/12/2025) dan dikonfirmasi oleh kedua perusahaan, meski nilai transaksi tidak diungkap ke publik.

Limitless dikenal sebagai pengembang liontin pintar berbasis AI yang dirancang untuk mendampingi aktivitas harian pengguna. Perangkat ini mampu merekam percakapan, kemudian secara otomatis menyusunnya menjadi ringkasan atau catatan penting. Pendekatan ini menargetkan pengguna profesional yang membutuhkan dokumentasi diskusi secara cepat dan praktis.

Pendiri Limitless, Dan Siroker, menyebut bahwa visi Meta tentang personal superintelligence sejalan dengan misi startup yang ia bangun. Menurutnya, kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan wearable AI yang tidak hanya canggih, tetapi juga mudah digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Pasar wearable AI saat ini tengah memasuki fase pertumbuhan pesat. Sejumlah pemain baru bermunculan dengan pendekatan desain dan fungsi yang beragam. Beberapa startup memilih format liontin, sementara yang lain mengembangkan perangkat berbentuk kartu, pil, hingga jam tangan pintar.

Baca Juga :  Gemini 3 Flash Perkecil Jarak dengan Model Teratas OpenAI dalam Uji Kinerja AI

Di sisi lain, perusahaan teknologi besar juga semakin agresif mengintegrasikan AI percakapan ke dalam produk andalan mereka. Amazon memperkuat lini Alexa+, Google menyematkan Gemini pada perangkat Pixel, sementara Meta sendiri telah lebih dulu meluncurkan kacamata Ray-Ban pintar dengan asisten AI internal.

Kondisi ini membuat wearable AI tidak lagi sekadar konsep futuristik, melainkan arena persaingan strategis antar raksasa teknologi dan startup inovatif.

Dengan menggabungkan keahlian tim Limitless, Meta berupaya menciptakan AI yang selalu hadir, bersifat personal, dan terintegrasi langsung ke dalam perangkat sehari-hari. Fokus Meta bukan hanya pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kenyamanan penggunaan dan penerimaan pasar secara luas.

Langkah ini diyakini akan mempercepat transformasi wearable AI dari produk niche menjadi kebutuhan umum, sekaligus memperkuat posisi Meta dalam ekosistem perangkat pintar global.

Akuisisi Limitless menjadi sinyal kuat bahwa Meta melihat masa depan AI tidak lagi terbatas pada layar ponsel atau komputer. AI diproyeksikan hadir dalam bentuk perangkat kecil, portabel, dan selalu aktif, yang mampu membantu pengguna secara kontekstual kapan pun dibutuhkan.

Baca Juga :  Transformasi Kilat BPCE, 50% Karyawan Bank Kini Gunakan AI Generatif Tiap Hari

Jika strategi ini berhasil, Meta berpotensi menjadi salah satu pemain dominan dalam membentuk standar baru wearable AI di tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink
Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar
Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC
Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia
Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru
OpenAI Pertimbangkan Sora Masuk ke ChatGPT untuk Bikin Video Langsung
Netflix Akuisisi InterPositive, Startup AI Ben Affleck untuk Pasca Produksi
Harga RAM Samsung untuk Apple Naik Tajam, iPhone dan Mac Terancam Lebih Mahal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 09:41 WIB

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar

Rabu, 1 April 2026 - 09:24 WIB

Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:58 WIB

Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru

Berita Terbaru