Regulasi Jepang Paksa Apple Longgarkan iOS, App Store Kini Lebih Terbuka untuk Aplikasi dan Pembayaran Alternatif

Avatar photo

- Penulis Berita

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jepang

Jepang

Apple kembali menjadi sorotan setelah pemerintah Jepang memberlakukan aturan baru yang memaksa perusahaan tersebut membuka sebagian besar sistem operasinya. Di tengah tekanan dari Mobile Software Competition Act (MSCA), Apple akhirnya memberikan lebih banyak fleksibilitas pada iOS di pasar Jepang—sebuah langkah yang sebelumnya selalu ditolak demi menjaga kendali penuh atas App Store.

Kebijakan ini mulai diterapkan menjelang rilis iOS 26.2, dan menjadi salah satu perubahan paling signifikan yang dilakukan Apple di luar wilayah Uni Eropa. Sejak 20 Juni, pengguna di Jepang diperbolehkan mengakses toko aplikasi pihak ketiga, mengganti browser default dengan lebih leluasa, dan menggunakan metode pembayaran non-App Store yang dikembangkan langsung oleh creator aplikasi.

Kebijakan baru ini memberikan sejumlah perubahan krusial, antara lain:

  • Pengembang dapat menawarkan sistem pembayaran sendiri di dalam aplikasi.

  • Aplikasi dapat mengarahkan pengguna ke halaman eksternal untuk transaksi.

  • Browser tidak lagi dibatasi hanya menggunakan WebKit bawaan.

  • Pengguna disuguhi pilihan yang lebih luas saat melakukan setup awal iOS.

Baca Juga :  iOS 26.1 Resmi Dirilis, Tujuh Perbaikan Besar Tingkatkan Kontrol dan Ergonomi

Namun, Apple tetap menempatkan batasan tertentu. Konten atau aplikasi yang ditujukan untuk anak-anak tidak masuk dalam relaksasi aturan ini, sebagai bentuk proteksi terhadap pengguna muda.

Notarisasi: Sistem Keamanan Baru yang Lebih Longgar

Keterbukaan ini tentu mengundang potensi risiko keamanan. Untuk mengurangi ancaman dari malware atau penyalahgunaan data, Apple memperkenalkan sistem pemeriksaan khusus yang disebut Notarisasi.

Sistem ini dirancang untuk memvalidasi toko aplikasi pihak ketiga sebelum memperoleh izin beroperasi di iOS. Pemeriksaan dilakukan melalui kombinasi otomatis dan manual, termasuk:

  • deteksi malware,

  • pengecekan protokol perlindungan anak,

  • evaluasi standar keamanan minimal.

Meski demikian, Apple sendiri mengakui bahwa proses Notarisasi tidak seketat kurasi yang dilakukan App Store. Artinya, pengguna memiliki lebih banyak kebebasan, tetapi harus lebih berhati-hati dalam memilih aplikasi yang akan dipasang.

Di balik penyesuaian sistem, terdapat risiko finansial yang cukup besar. Pada 2024, App Store berkontribusi sekitar 1,3 triliun dolar terhadap pendapatan global Apple. Membuka pasar Jepang berarti melepas sebagian pendapatan dari komisi transaksi, yang selama ini menjadi sumber pemasukan utama.

Baca Juga :  Masalah Layar Bayangi Seri Pixel: Google Buka Program Perbaikan Pixel 9 Pro, Pixel 10 Justru Alami Bug Baru

Dalam perkembangan ini:

  • pengguna mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar,

  • pengembang memiliki jalan baru untuk monetisasi tanpa komisi App Store,

  • Apple terpaksa rela kehilangan kontrol penuh atas ekosistemnya.

Google, dengan Android yang sejak awal lebih terbuka, juga mengikuti jejak ini tetapi dengan penyesuaian yang lebih ringan.

Dengan implementasi aturan baru tersebut, Jepang kini menjadi salah satu pasar yang berperan besar dalam memaksa raksasa teknologi dunia menata ulang strategi dan kebijakan ekosistem aplikasi.

Berita Terkait

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink
Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar
Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC
Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia
Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru
OpenAI Pertimbangkan Sora Masuk ke ChatGPT untuk Bikin Video Langsung
Netflix Akuisisi InterPositive, Startup AI Ben Affleck untuk Pasca Produksi
Harga RAM Samsung untuk Apple Naik Tajam, iPhone dan Mac Terancam Lebih Mahal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 09:41 WIB

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar

Rabu, 1 April 2026 - 09:24 WIB

Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:58 WIB

Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru

Berita Terbaru