Kebangkitan Doubao menandai fase baru dalam persaingan teknologi di China, sekaligus menempatkan ByteDance sebagai salah satu pemain terkuat dalam industri kecerdasan buatan nasional. Aplikasi yang awalnya diprediksi hanya menjadi pendatang baru kini berubah menjadi layanan AI paling banyak digunakan di negara tersebut menurut data QuestMobile.
Di balik perkembangan cepat ini, pendiri ByteDance Zhang Yiming kembali berperan sebagai arsitek utama strategi AI perusahaan, meskipun ia telah mengumumkan pengunduran diri dari jabatan eksekutif sejak 2021.
Sumber internal menyebutkan bahwa Zhang secara aktif memimpin rekrutmen besar-besaran, menarik talenta dari Google, Alibaba, hingga DeepMind. Keterlibatannya yang mendalam bahkan digambarkan melalui kebiasaannya membedah riset OpenAI hingga larut malam, menunjukkan bahwa transformasi AI ByteDance saat ini bukan sekadar ekspansi bisnis, tetapi juga visi pribadi sang pendiri untuk menyaingi para pemimpin global.
Keberhasilan Doubao diperkuat oleh investasi raksasa ByteDance melalui Volcano Engine, layanan cloud yang kini menjadi salah satu motor utama model AI di China. Riset Zhejiang Shang Securities pada 2024 mencatat bahwa pengeluaran perusahaan untuk pengembangan AI telah menembus 80 miliar yuan dan diperkirakan mencapai 160 miliar yuan pada 2025.
Angka tersebut menempatkan ByteDance pada level investasi yang hanya ditandingi para raksasa seperti Alibaba Cloud dan Tencent Cloud.
Volcano Engine berkembang pesat dengan model MaaS (Modeling as a Service), menawarkan biaya pemrosesan token yang lebih rendah, penghitungan cerdas sesuai panjang konteks, serta penyaluran otomatis ke model paling efisien.
Pada September 2025, Doubao memproses sekitar 30 triliun token per hari dan hampir separuh panggilan API layanan AI di China, menurut IDC, menggunakan infrastruktur Volcano Engine. Pertumbuhan ini menggambarkan perubahan besar di pasar cloud AI yang sebelumnya didominasi Alibaba.
Doubao sendiri bukan proyek yang mulus sejak awal. Diluncurkan pada Agustus 2023 saat para pesaing sudah mengeluarkan sejumlah iterasi, Doubao pernah berada di belakang DeepSeek dan Kimi dalam beberapa periode. Namun momentum kembali berubah pada September, ketika aplikasi ini mencapai lebih dari 172 juta pengguna aktif bulanan. Evolusi fiturnya turut berperan besar: selain menjadi asisten percakapan, Doubao kini menyediakan generator video otomatis, alat pembuatan iklan dinamis, hingga fitur pendidikan dengan konteks model mencapai 256.000 token.
Melalui Doubao dan Volcano Engine, ByteDance mengisyaratkan ambisi lebih besar untuk membangun ekosistem digital yang berpusat pada AI dan hiburan. Target pendapatan Volcano Engine pada 2025 diperkirakan mencapai 20 miliar yuan, mendekati skala Baidu Smart Cloud. Dengan demikian, kompetisi antara para raksasa teknologi China masih jauh dari selesai. Pertarungan teknologi, talenta, dan infrastruktur kini memasuki babak baru, dan ByteDance tampak siap menjadi salah satu pemain paling dominan dalam lanskap kecerdasan buatan nasional.






