Teknologi HoloAvatar Memicu Perdebatan Etika, AI Hidupkan Kembali Almarhum Secara Digital

Avatar photo

- Penulis Berita

Minggu, 16 November 2025 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi HoloAvatar Memicu Perdebatan Etika, AI Hidupkan Kembali Almarhum Secara Digital

Teknologi HoloAvatar Memicu Perdebatan Etika, AI Hidupkan Kembali Almarhum Secara Digital

RAGAMNETWORK.COM – Sebuah aplikasi baru yang dikembangkan oleh startup Los Angeles, 2Wai, telah memicu salah satu perdebatan paling intens dalam beberapa bulan terakhir mengenai etika kecerdasan buatan, memori, dan proses berkabung. Aplikasi yang memungkinkan pengguna berinteraksi dengan avatar digital interaktif dari orang yang telah meninggal dunia ini disebut HoloAvatar.

Avatar Digital dan Skenario Black Mirror

Kontroversi dimulai dengan sebuah video yang dirilis oleh co-founder 2Wai, Calum Worthy, di media sosial. Video tersebut menampilkan sebuah narasi emosional: seorang wanita hamil berdialog dengan rekonstruksi digital mendiang ibunya yang hilang. Cerita berlanjut hingga beberapa bulan kemudian, di mana avatar digital yang sama membacakan dongeng untuk cucunya yang baru lahir.

Video yang dengan cepat menjadi viral ini berlanjut hingga si anak tumbuh dewasa dan berbicara secara alami dengan “nenek” digitalnya. Pesan terakhir dari video tersebut—“Dengan 2Wai, tiga menit dapat berlangsung selamanya”—segera membangkitkan skenario fiksi ilmiah yang gelap, yang oleh banyak pengguna disamakan dengan episode serial Black Mirror.

Baca Juga :  Apple Intelligence Hadapi Tantangan Baru di Tengah Perombakan Tim AI

Aplikasi HoloAvatar, yang tersedia di App Store dalam versi beta, diklaim mampu menciptakan representasi sintetis yang dapat berbicara sebagai orang asli dan memanfaatkan ingatan mereka, asalkan data ingatan tersebut dimuat oleh pengguna. Worthy menggambarkan proyek ini sebagai upaya membangun “arsip kemanusiaan yang hidup.”

Dilema Etika dan Batasan Teknologi

Reaksi publik terhadap teknologi ini terbagi tajam. Banyak yang menyebut video tersebut “mengganggu,” “mengusik,” atau bahkan “menghujat.” Kritikus mengkritik keras gagasan untuk mengganti pemrosesan alami berkabung dengan pengganti digital, yang dikhawatirkan akan membingungkan, terutama anak-anak kecil.

Adegan anak yang tumbuh dengan nenek virtual memunculkan komentar paling panas. Sebagian besar pengguna khawatir risiko teknologi ini adalah sepenuhnya mendefinisikan ulang cara kita menangani kerugian, mengubah esensi ingatan, dan hubungan.

Bersamaan dengan kritik naluriah tersebut, diskusi etika yang lebih dalam mulai muncul. Para ahli khawatir bahwa jika teknologi avatar ini dikombinasikan dengan pertumbuhan cepat robotika humanoid, simulasi tersebut dapat berubah menjadi salinan fisik almarhum. Pertanyaan kompleks pun muncul: Sejauh mana diperbolehkan untuk menciptakan seseorang? Siapa yang memiliki hak atas data memori tersebut? Dan bagaimana persetujuan dari mereka yang tidak lagi hidup dapat dikelola?

Baca Juga :  Microsoft Rancang AI Super-Cerdas Humanis, Komitmen Ciptakan Teknologi Terkendali

Terlepas dari kontroversi yang memanas, video yang melampaui 4,1 juta penayangan di X ini juga menarik respons damai. Beberapa orang menghargai ide tersebut sebagai metode melestarikan cerita keluarga, suara, dan kesaksian yang seharusnya hilang, membandingkannya dengan bentuk album keluarga yang lebih menarik, namun bukan sebagai “pengganti” permanen.

Berita Terkait

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink
Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar
Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC
Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia
Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru
OpenAI Pertimbangkan Sora Masuk ke ChatGPT untuk Bikin Video Langsung
Netflix Akuisisi InterPositive, Startup AI Ben Affleck untuk Pasca Produksi
Harga RAM Samsung untuk Apple Naik Tajam, iPhone dan Mac Terancam Lebih Mahal
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 09:41 WIB

Amazon Leo Gandeng Delta untuk Wi-Fi Pesawat dan Tantang Dominasi Starlink

Jumat, 3 April 2026 - 11:05 WIB

Starlink Percepat Layanan Satelit Asia-Pasifik lewat D2D dan Kemitraan Operator Besar

Rabu, 1 April 2026 - 09:24 WIB

Krisis RAM Disebut Jadi Kesempatan Apple Perluas Pengaruh di Pasar PC

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:07 WIB

Apple Rayakan 50 Tahun, Dari Garasi California ke Raksasa Teknologi Dunia

Jumat, 20 Maret 2026 - 10:58 WIB

Alexa+ Resmi Hadir di Inggris, Amazon Bawa Fitur Lokal dan Harga Baru

Berita Terbaru