Sebanyak 414 calon jemaah haji asal Kabupaten Lampung Selatan resmi memulai rangkaian persiapan menuju Tanah Suci melalui pembukaan Bimbingan Manasik Haji Terintegrasi Tingkat Kabupaten Tahun 1447 H/2026 M. Kegiatan ini digelar pada Selasa (3/2/2026) di Aula Sebesi, Kantor PKK Lampung Selatan, Kalianda.
Pembukaan manasik dilakukan oleh Anton Carmana, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, yang hadir mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama. Acara ini menandai dimulainya pembekalan resmi bagi para jemaah sebelum menjalankan rangkaian ibadah haji di Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Lampung Selatan, Marwiyah Amin, menyampaikan bahwa total kuota jemaah haji tahun ini berjumlah 414 orang. Dari jumlah tersebut, 412 merupakan jemaah haji reguler, sementara dua lainnya adalah Petugas Haji Daerah yang bertugas di bidang pelayanan umum dan kesehatan.
Marwiyah menjelaskan bahwa pelaksanaan manasik tahun ini mengalami perubahan penting. Jika sebelumnya kegiatan bimbingan berada di bawah koordinasi Kantor Kementerian Agama, kini sepenuhnya diselenggarakan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah. Menurutnya, perubahan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan serta pendampingan bagi jemaah sejak tahap persiapan.
Ia menambahkan bahwa manasik haji bertujuan memperdalam pemahaman jemaah terkait tata cara, rukun, dan praktik ibadah haji sesuai syariat Islam. Pelaksanaannya dilakukan satu hari di tingkat kabupaten dan dilanjutkan empat hari di tingkat kecamatan, yakni di wilayah Kalianda, Sidomulyo, dan Natar.
Dalam sambutan yang disampaikan Anton Carmana, manasik haji disebut sebagai fase awal yang sangat penting dan dinantikan oleh para calon jemaah. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana mempersiapkan diri secara menyeluruh, baik fisik, mental, maupun spiritual, sebelum menunaikan ibadah haji.
Ia menekankan bahwa kesiapan berhaji tidak hanya ditentukan oleh kemampuan finansial, tetapi juga oleh bekal ilmu dan ketakwaan. Melalui manasik, jemaah diharapkan memahami setiap tahapan ibadah agar dapat menjalankannya dengan tenang, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Anton juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mengingat ibadah haji membutuhkan stamina yang prima. Selain itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk menjaga kebersamaan, memperkuat rasa persaudaraan, serta menjaga akhlak selama menjalani ibadah di Tanah Suci.
Ia menutup pesannya dengan mengingatkan agar para jemaah menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi nilai ibadah, memperbanyak kesabaran, serta meluruskan niat sejak keberangkatan, dengan harapan dapat kembali ke tanah air sebagai haji dan hajah yang mabrur dan mabruroh.






