Prestasi membanggakan datang dari prajurit TNI Prada Nawawi M.M. Latifullah yang berhasil meraih juara pertama dalam ajang Musabaqoh Hifdzil Qur’an Internasional kategori hafalan 30 juz di Kota Misurata, Libya. Kompetisi ini berlangsung pada 7 hingga 14 Maret 2026 dan diikuti peserta dari sejumlah negara.
Dalam perlombaan tersebut, Prada Nawawi tampil unggul atas peserta dari Libya, Mauritania, Comoro, Pantai Gading, dan Indonesia. Keberhasilan itu menjadi capaian penting karena ajang yang diikuti bukan sekadar kompetisi biasa, melainkan forum internasional yang disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat tinggi Libya.
Penyelenggaraan MHQ Internasional tahun ini turut dihadiri Perdana Menteri Libya, Panglima Tentara Libya, Wakil Menteri Pertahanan Libya, serta Kepala Staf Angkatan Tentara Libya. Kehadiran tokoh-tokoh penting tersebut membuat kemenangan delegasi Indonesia terasa makin istimewa dan sarat makna diplomatik maupun simbolik.
Sebelum diberangkatkan ke Libya, seluruh anggota delegasi Indonesia terlebih dahulu melewati proses seleksi yang ketat. Hal itu menunjukkan bahwa peserta yang dikirim memang dipilih dari personel terbaik yang dinilai mampu membawa nama baik Indonesia sekaligus menunjukkan kapasitas penghafal Al-Qur’an di tingkat internasional.
Bagi TNI, keberhasilan Prada Nawawi bukan hanya soal trofi atau gelar juara. Prestasi ini juga memperlihatkan bahwa prajurit Indonesia mampu menunjukkan kualitas spiritual, kedisiplinan, dan kecakapan intelektual di panggung global. Momentum kemenangan yang terjadi di bulan suci Ramadan pun memberi bobot tersendiri bagi delegasi Indonesia yang hadir di Libya.
Kehadiran delegasi Indonesia dalam ajang ini juga diharapkan mempererat persahabatan dengan negara-negara peserta. Selain membawa nama baik bangsa, partisipasi tersebut menjadi sarana untuk mempromosikan nilai-nilai Al-Qur’an dan citra positif Indonesia sebagai negara yang menjunjung keberagaman, keramahan, serta pengamalan nilai ketuhanan dalam kehidupan berbangsa.
Prestasi Prada Nawawi turut dipandang sebagai implementasi nilai-nilai Pancasila, khususnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa. Di saat banyak orang membayangkan prajurit hanya identik dengan latihan fisik dan medan tugas, kemenangan ini memberi pengingat bahwa kekuatan seorang prajurit juga bisa lahir dari hafalan yang kukuh dan kedalaman nilai rohani—jadi, ya, kadang yang paling tajam bukan cuma strategi, tetapi juga ingatan 30 juz.
Dengan gelar juara pertama ini, nama Prada Nawawi dan delegasi Indonesia berhasil mencuri perhatian di panggung internasional. Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi, tidak hanya bagi lingkungan TNI, tetapi juga bagi generasi muda Indonesia bahwa pengabdian kepada bangsa dapat berjalan seiring dengan pencapaian di bidang keagamaan, ilmu, dan karakter.






