Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memperkuat kesiapsiagaan warga Dusun Margasari, Desa Kalibombong, Kecamatan Kalibening, dengan menggelar simulasi evakuasi mandiri, Kamis (8/1/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah mitigasi bencana menyusul adanya potensi tanah bergerak di wilayah tersebut. Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menjelaskan bahwa simulasi bertujuan membekali masyarakat dengan pengetahuan dan keterampilan dasar agar mampu bertindak cepat dan tepat saat bencana terjadi.
“Melalui simulasi ini, masyarakat diharapkan memahami apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara menyelamatkan diri apabila sewaktu-waktu terjadi bencana,” ujarnya.
Aji mengungkapkan bahwa dua hari sebelum kegiatan simulasi dilaksanakan, terdeteksi potensi pergerakan tanah dari tebing yang berjarak sekitar 200 meter dari permukiman warga. Kondisi tersebut sempat memicu kepanikan ketika sirene Early Warning System (EWS) berbunyi.
Ia menekankan pentingnya kewaspadaan, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Salah satu indikator awal terjadinya tanah bergerak, menurutnya, adalah perubahan warna air menjadi keruh.
“Masyarakat kami imbau tetap tenang jika sirene EWS berbunyi dan segera melakukan evakuasi mandiri sesuai prosedur yang telah disimulasikan,” katanya.
Sementara itu, salah satu warga Dusun Margasari, Satiyem, mengaku sempat panik saat sirene EWS pertama kali berbunyi. Ia dan keluarganya langsung mengemas barang-barang penting untuk diselamatkan.
Meski sempat diliputi rasa cemas, Satiyem merasa terbantu dengan adanya simulasi evakuasi tersebut. “Alhamdulillah, dengan simulasi ini kami jadi tahu apa yang harus dilakukan jika terjadi bencana. Terima kasih kepada semua pihak,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, BPBD Banjarnegara berharap kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam semakin meningkat, sehingga risiko korban jiwa dan kerugian dapat diminimalkan.






