Peningkatan akses infrastruktur warga kembali dilakukan di Kabupaten Wonogiri. Renovasi Jembatan Dusun Dungtemu, Desa Banaran, Kecamatan Pracimantoro, resmi dimulai pada Kamis (11/12/2025) sebagai hasil kolaborasi antara Polres Wonogiri dan Pemerintah Kabupaten Wonogiri.
Proyek renovasi jembatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut sebagai akses utama aktivitas sehari-hari. Jembatan Dungtemu menjadi penghubung penting antara Dusun Dungtemu dan Dusun Kranding, dengan total penerima manfaat mencapai sekitar 120 kepala keluarga.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonogiri, F.X. Pranata, mengapresiasi sinergi lintas sektor yang terbangun dalam pelaksanaan renovasi ini. Menurutnya, kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat merupakan wujud nyata pelaksanaan arahan Presiden dalam memperkuat pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi warga.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pemerintah, tetapi juga oleh dukungan seluruh unsur yang terlibat di lapangan.
Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo menyampaikan bahwa proses renovasi jembatan akan dilaksanakan dengan pendampingan teknis dari Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonogiri. Pendekatan ini dilakukan untuk memastikan pengerjaan sesuai standar keselamatan dan kualitas konstruksi.
Selain pendampingan teknis, AKBP Wahyu menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam bentuk gotong royong. Menurutnya, kebersamaan antara aparat dan warga dapat mempercepat proses renovasi sekaligus memperkuat hubungan sosial di lingkungan setempat.
Dalam pelaksanaan awal renovasi, personel Polres Wonogiri terlihat terlibat langsung bersama warga, membantu pembongkaran bagian jembatan yang rusak dan menata material pembangunan. Aktivitas tersebut mencerminkan komitmen Polri untuk hadir langsung di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga pembangunan.
Jembatan Dungtemu memiliki panjang sekitar 21 meter dan lebar 2,5 meter. Berdasarkan hasil peninjauan, sekitar 75 persen struktur jembatan mengalami kerusakan, terutama pada lantai kayu glugu yang sudah lapuk dan sisi jembatan yang dinilai berisiko bagi pengguna.
Setiap harinya, jembatan ini digunakan oleh sekitar 80 anak sekolah serta kurang lebih 200 warga untuk berbagai keperluan, termasuk aktivitas pertanian. Kondisi tersebut menjadikan renovasi jembatan sebagai kebutuhan mendesak.
Rencana pekerjaan renovasi meliputi pembongkaran struktur lama, pemasangan lantai baru berbahan papan kayu, serta pembangunan pagar pengaman dari pipa besi. Proses pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu lima hari.
Kegiatan peresmian renovasi turut dihadiri oleh Kapolres Wonogiri AKBP Wahyu Sulistyo, Sekda Wonogiri F.X. Pranata, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ir. Prihadi Aryanto, Camat Pracimantoro Warsito, serta masyarakat Dusun Dungtemu.






