RAGAMNETWORK.COM – Pemerintah Kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa jumlah warga yang terdampak HIV/AIDS terus bertambah dan kini mencapai ribuan orang. Informasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Tangerang, Intan Nurul Hikmah, saat membuka Rapat Koordinasi Penanggulangan HIV/AIDS dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia 2025 di Gedung Serbaguna Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang pada 5 Desember 2025.
Dalam laporannya, Intan memaparkan bahwa sebanyak 3.793 warga tercatat sedang menjalani terapi Antiretroviral (ARV). Dari jumlah tersebut, 2.826 orang sudah menjalani pemeriksaan Viral Load dan menunjukkan hasil tersupresi, menandakan terapi bekerja secara efektif. Ia menekankan bahwa dukungan dari berbagai pihak, termasuk para tokoh agama dan organisasi masyarakat, sangat penting untuk mengurangi stigma yang masih kerap muncul terhadap ODHA.
Intan menegaskan bahwa seluruh layanan terkait HIV/AIDS harus tetap berjalan tanpa hambatan, meskipun terjadi perubahan kebijakan di tingkat pusat maupun daerah. Ia mengingatkan bahwa layanan pencegahan, tes, pendampingan, dan pengobatan tidak boleh terhenti agar upaya penanggulangan dapat berlangsung konsisten.
Pemerintah daerah disebut terus mempercepat langkah strategis melalui peningkatan kualitas layanan kesehatan, edukasi publik, serta kerja sama lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah, fasilitas kesehatan, lembaga pendidikan, komunitas, dan tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci dalam mencapai target Eliminasi AIDS 2030. Intan juga kembali menyoroti pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi untuk memastikan ODHA memperoleh dukungan sosial yang layak.
Ia menyampaikan bahwa secara nasional jumlah ODHA pada tahun 2025 diperkirakan melebihi 564.000 orang, menunjukkan bahwa HIV/AIDS masih menjadi tantangan besar baik di Indonesia maupun dunia. Oleh karena itu, komitmen dan konsistensi dalam upaya penanggulangan harus terus dijaga.
Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Tangerang, Efi Indarti, menyoroti peran penting sektor pendidikan. Ia menyatakan bahwa sekolah memiliki posisi strategis dalam meningkatkan pemahaman kesehatan reproduksi dan pencegahan HIV sejak usia dini. KPA, menurutnya, akan terus memperkuat koordinasi untuk memperluas layanan tes HIV, memperbaiki sistem data, menyediakan akses terapi ARV yang lebih luas, serta mengurangi stigma di masyarakat.
Rangkaian kegiatan rapat koordinasi juga meliputi pemberian penghargaan kepada mitra penanggulangan AIDS, penyerahan hadiah lomba video edukasi Hari AIDS Sedunia, santunan untuk lima anak dengan HIV, serta penandatanganan deklarasi dukungan pencegahan penularan HIV/AIDS.






