RAGAMNETWORK.COM – Kisah cinta yang luar biasa dari Lyle dan Eleanor Gittens telah memecahkan rekor dunia sebagai pasangan dengan usia gabungan tertinggi dalam sejarah. Pasangan dari AS ini telah menikah selama lebih dari 83 tahun, dengan usia gabungan mencapai 216 tahun.
Guinness World Records pada 5 November mengumumkan, Eleanor Gittens yang berusia 107 tahun, dan Lyle Gittens yang berusia 108 tahun, di Miami, dinobatkan sebagai pasangan dengan usia tertinggi di dunia, dengan total 216 tahun dan 132 hari. Mereka kini memegang dua rekor sekaligus: pasangan tertua yang masih hidup dan pasangan tertua yang pernah ada. Mereka juga memegang rekor harapan hidup LongevQuest sebagai pasangan menikah terlama, setelah pemegang rekor sebelumnya meninggal pada Oktober.
Hasani Gittens (49), keponakan pasangan itu, membagikan rahasia panjang umur dan cinta mereka. “Kamu mencintai kehidupan dan saling mencintai. Mereka juga menikmati makanan enak,” kata Hasani. Ia memandang pasangan ini sebagai teladan. “Mereka adalah model miniatur persahabatan, sangat bijaksana, berpengalaman dan sangat menghormati pendidikan.”
Menurut NY Post, Lyle dan Eleanor adalah pasangan langka. Mereka bertemu saat sama-sama belajar di Clark Atlanta University pada tahun 1941 dan memutuskan menikah pada tahun 1942. Dalam wawancara dengan LongevQuest, Eleanor menceritakan betapa cepatnya pernikahan mereka terjadi karena situasi perang. Lyle saat itu sedang berlatih di Fort Benning, Georgia, dan hanya diberi izin libur tiga hari untuk upacara pernikahan.
“Saya dulu bertanya-tanya apakah saya masih akan melihatnya lagi,” katanya dalam percakapan dengan Westside Gazette pada tahun 2022. Tidak lama setelah menikah, Lyle dikirim bertugas di Italia. Eleanor, yang saat itu berusia 24 tahun dan sedang hamil, pindah ke New York dan mulai bekerja sebagai penggajian untuk perusahaan pembuat suku cadang pesawat terbang, sebelum kemudian menjadi guru.
Setelah perang usai, Lyle kembali dan bekerja di World Trade Center. Sejak tahun 1950-an, pasangan pekerja keras ini memulai “tradisi” minum martini bersama setelah hari yang panjang. Menurut keponakan mereka, mereka masih mempertahankan tradisi tersebut hingga kini dengan minum bir Modelo atau anggur merah saat makan siang. Mereka selalu menjaga moderasi dan suka memasak semuanya bersama-sama.
Selama bertahun-tahun, Lyle dan Eleanor tinggal di Brooklyn County dan dikaruniai tiga anak. Di usia 69 tahun, Eleanor masih menunjukkan semangat belajar tinggi dengan meraih gelar doktor di bidang Pendidikan Perkotaan di Universitas Fordham. Ketika pandemi, mereka pindah ke Florida, namun Lyle selalu mengenang New York, mengatakan: “Jika Anda tidak tinggal di New York, Anda hanya berkemah.”
Ketika ditanya tentang kunci di balik pernikahan jangka panjang, Eleanor memberikan jawaban yang sederhana. “Kami hanya dalam harmoni. Kami saling mencintai.” Sementara Lyle hanya menjawab, “Aku mencintai istriku. Sesederhana itu.”
Fakta ilmiah mendukung kisah mereka. Sebuah studi hampir 80 tahun di Universitas Harvard menyimpulkan bahwa “Hubungan yang baik membuat kita lebih bahagia dan lebih sehat.” Studi tersebut menemukan orang-orang dengan hubungan dekat memiliki kesehatan fisik yang lebih baik, lebih sedikit gangguan memori di usia tua, dan hidup lebih lama daripada mereka yang terisolasi. Robert Waldinger, direktur penelitian, menegaskan: “Kesepian adalah racun.”
Penelitian lain di jurnal Heart menunjukkan bahwa orang yang sudah menikah berisiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke dibandingkan lajang. Para peneliti menyarankan bahwa pasangan dapat mendorong kebiasaan hidup sehat dan memberikan dukungan mental tak ternilai untuk melawan stres.






