Pemerintah Kabupaten Sumedang kembali membuka ruang kerja sama internasional di sektor pendidikan melalui kolaborasi dengan Kementerian Pendidikan Malaysia dan Malaysia Association of Lesson Study. Pertemuan yang berlangsung di Command Center Sumedang pada Kamis, 2 April 2026 itu menjadi bagian dari upaya memperkuat penerapan lesson study sebagai model pembinaan profesi guru dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Kunjungan ini menandai bahwa inovasi pendidikan di Sumedang tidak hanya bergerak di level lokal, tetapi mulai diperkaya lewat pertukaran pengalaman dengan mitra luar negeri. Lesson study dipilih sebagai titik temu karena metode ini menekankan kolaborasi antarguru dalam merancang, mengamati, dan mengevaluasi pembelajaran secara bersama-sama. Dalam dunia pendidikan, pendekatan seperti ini cukup penting karena kualitas belajar siswa jarang naik kalau guru-gurunya dibiarkan kerja sendiri-sendiri terus.
Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa syukur atas terjalinnya pertemuan antara dua bangsa serumpun yang sama-sama memiliki semangat memajukan pendidikan. Menurutnya, forum tersebut menjadi jembatan persaudaraan, pertukaran ilmu, dan penguatan kerja sama yang sangat relevan di tengah tuntutan dunia pendidikan yang terus berubah. Ia menekankan bahwa tujuan besarnya tetap satu, yakni mencerdaskan kehidupan bangsa dan menyiapkan generasi masa depan yang lebih baik.
Bupati juga menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa berjalan secara biasa-biasa saja. Di tengah perkembangan zaman yang cepat, dunia pendidikan dituntut untuk terus belajar, berinovasi, dan memperkuat kolaborasi. Karena itu, kerja sama seperti ini dinilai penting bukan sekadar untuk seremonial, tetapi untuk membuka ruang belajar baru bagi tenaga pendidik di Sumedang agar lebih siap menjawab tantangan pembelajaran modern.
Melalui pendekatan lesson study, para guru diharapkan dapat saling bertukar pengetahuan, pengalaman, dan strategi mengajar. Bukan hanya soal isi materi pembelajaran, tetapi juga tentang cara membangun proses belajar yang lebih hidup, reflektif, dan berkarakter. Pendekatan ini menarik karena menempatkan guru bukan hanya sebagai pelaksana kurikulum, melainkan juga sebagai pembelajar yang terus bertumbuh bersama rekan sejawatnya.
Pada kesempatan tersebut, Dony juga memperkenalkan sistem pemerintahan digital milik Pemerintah Kabupaten Sumedang, termasuk dashboard Dinas Pendidikan yang menyajikan data pendidikan secara terintegrasi. Langkah ini memberi gambaran bahwa pengelolaan pendidikan di Sumedang tidak hanya mengandalkan semangat kolaborasi, tetapi juga mulai ditopang oleh sistem data yang lebih rapi dan mudah dibaca untuk mendukung pengambilan kebijakan.
Dari pihak Malaysia, perwakilan Malaysia Association of Lesson Study, Prof. Zanaton, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan melihat langsung kebijakan pendidikan dan perkembangan proses pembelajaran di Sumedang. Ia mengapresiasi pendekatan yang tidak hanya menaruh perhatian pada konten pembelajaran, tetapi juga nilai-nilai yang diterapkan dalam proses pendidikan. Menurutnya, forum ini membuka peluang besar untuk memperkenalkan praktik lesson study secara lebih luas kepada tenaga pendidik maupun calon pendidik.
Kolaborasi antara Sumedang dan mitra pendidikan Malaysia ini pada akhirnya memperlihatkan satu hal penting: peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan internal semata. Ia perlu ditopang keterbukaan untuk belajar dari luar, keberanian berinovasi, dan kesediaan membangun jejaring yang lebih luas. Jika kerja sama ini berlanjut secara konsisten, maka lesson study bisa menjadi salah satu pintu penting bagi Sumedang untuk memperkuat kualitas guru dan pembelajaran secara lebih berkelanjutan.






