Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Deddy Suryadi memimpin langsung peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Garuda serta program gentengisasi rumah warga di Sungai Cimanceri, Kampung Pabuaran Hilir, Desa Matagara, Kecamatan Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Rabu, 25 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari karya bakti TNI AD yang diarahkan untuk membantu mengatasi persoalan infrastruktur dan hunian masyarakat.
Pembangunan Jembatan Garuda ditempatkan sebagai salah satu kebutuhan mendesak bagi warga setempat. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar akses transportasi, memudahkan mobilitas harian, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat. Dalam banyak wilayah, jembatan bukan hanya soal penghubung dua titik, tetapi juga penghubung antara warga dengan peluang hidup yang lebih baik.
Selain pembangunan jembatan, program gentengisasi rumah tidak layak huni juga menjadi fokus utama kegiatan. TNI melihat persoalan tempat tinggal sebagai hal mendasar yang tidak bisa diabaikan, terutama ketika kondisi rumah warga dinilai tidak lagi aman dan sehat. Melalui penggantian atap dan perbaikan hunian, warga diharapkan dapat tinggal di rumah yang lebih layak untuk jangka panjang.
Kegiatan ini mencerminkan pendekatan TNI yang tidak hanya hadir dalam fungsi pertahanan, tetapi juga dalam bentuk bantuan nyata terhadap persoalan sosial di masyarakat. Kodam Jaya, melalui karya bakti seperti ini, ingin menunjukkan bahwa kehadiran institusi militer di tengah warga tidak berhenti pada urusan keamanan, tetapi juga menyentuh kebutuhan riil sehari-hari.
Dalam keterangannya, Pangdam Jaya menegaskan bahwa TNI akan selalu hadir untuk membantu mengatasi kesulitan rakyat di sekelilingnya. Pernyataan ini menjadi pesan utama dari kegiatan tersebut, sekaligus menegaskan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Bukan cuma slogan di spanduk, tapi dibuktikan lewat semen, batu, dan genteng yang benar-benar dipasang di lapangan.
Mayjen TNI Deddy Suryadi juga meninjau langsung lokasi yang akan menjadi titik pembangunan jembatan. Peninjauan ini penting untuk melihat kondisi nyata di lapangan, memastikan manfaat proyek tepat sasaran, serta menunjukkan keterlibatan langsung pimpinan dalam program yang dijalankan. Dalam proyek semacam ini, kehadiran pimpinan di lokasi menjadi penanda bahwa program tidak sekadar formalitas administratif.
Selain groundbreaking dan program perbaikan rumah, TNI juga menyerahkan bantuan sembako secara simbolis kepada warga sekitar. Langkah ini memperlihatkan bahwa kegiatan sosial yang dilakukan tidak hanya menyentuh infrastruktur jangka panjang, tetapi juga kebutuhan harian masyarakat yang bisa langsung dirasakan manfaatnya saat ini.
Seluruh rangkaian kegiatan mengusung tema “Negara Hadir Untuk Rakyat Melalui Karya Bakti TNI AD”. Tema ini menegaskan orientasi program, yakni memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kerja nyata yang bisa dilihat dan dirasakan. Ketika jembatan dibangun dan atap rumah diperbaiki, hubungan antara negara dan masyarakat menjadi lebih konkret daripada sekadar narasi.
Pada akhirnya, pembangunan Jembatan Garuda dan program gentengisasi di Tangerang menjadi contoh bagaimana kerja bakti TNI dapat diarahkan untuk memperkuat konektivitas, meningkatkan kualitas hunian, dan membangun kepercayaan masyarakat. Jika terus dijalankan secara konsisten, model intervensi seperti ini bisa menjadi salah satu wajah paling nyata dari kehadiran negara di tengah kebutuhan dasar rakyat.






