Masa cuti bersama dan libur Idulfitri tidak membuat Satuan Tugas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Depok berhenti bekerja. Selama periode libur, tim tetap disiagakan penuh selama 24 jam untuk mengantisipasi potensi banjir dan longsor di sejumlah wilayah.
Kepala Bidang Sumber Daya Air DPUPR Kota Depok, Rizwannur Rahim, mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan dua regu piket. Kedua regu itu berjaga di Posko DPUPR dan Posko Situ Pladen untuk menerima laporan warga, memantau titik rawan, serta melakukan penanganan lapangan bila diperlukan.
Langkah siaga ini bukan sekadar antisipasi di atas kertas. Satgas DPUPR sudah turun langsung menangani banjir yang terjadi di beberapa kawasan Depok pada Sabtu, 21 Maret 2026. Berdasarkan hasil pemetaan, sejumlah titik terdampak berada di RW 03 Sukmajaya akibat tanggul jebol di Kali Cikumpa hingga merendam tiga rumah warga.
Selain Sukmajaya, genangan juga terjadi di RW 09 Pasir Gunung Selatan, Kecamatan Cimanggis, Perumahan Taman Duta, Bukit Cengkeh, serta beberapa RW di Kelurahan Mekarsari seperti RW 02, RW 05, RW 06, RW 13, RW 14, RW 16, dan RW 17. Data ini memperlihatkan bahwa ancaman banjir masih tersebar di beberapa zona dan membutuhkan respons cepat.
Dalam penanganannya, satgas melakukan berbagai langkah prioritas, termasuk menutup tanggul jebol menggunakan karung pasir dan membersihkan sampah yang menyumbat aliran kali. Pekerjaan semacam ini sering terlihat sederhana, tetapi justru jadi penentu apakah air cepat surut atau malah betah menginap di permukiman warga.
Rizwannur mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan potensi longsor maupun banjir di wilayah masing-masing. Laporan dapat disampaikan melalui akun Twitter @DinasPUPR atau nomor 082311835135. Respons cepat dari warga dinilai penting agar tim bisa segera turun sebelum dampak yang ditimbulkan semakin besar.
Ia menambahkan bahwa partisipasi warga menjadi bagian penting dari sistem penanganan bencana di tingkat kota. Pemerintah bisa siaga 24 jam, tetapi tetap membutuhkan mata dan informasi dari masyarakat di lapangan untuk memetakan masalah secara akurat dan mengambil langkah yang tepat.
Selain soal pelaporan, DPUPR juga kembali mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan, terutama tidak membuang sampah ke saluran air. Menurut Rizwannur, salah satu faktor terbesar penyumbatan aliran kali adalah sampah yang menumpuk dan menghambat laju air saat hujan deras datang.
Dengan sistem piket, koordinasi posko, dan penanganan lapangan yang tetap berjalan selama libur Idulfitri, Pemkot Depok ingin memastikan warga tetap mendapat layanan saat risiko bencana meningkat. Pesannya cukup jelas: libur boleh, tetapi urusan banjir tidak kenal kalender merah.






