Pemerintah Kabupaten Sumedang memulai hari pertama kerja pascalibur Idulfitri 1447 Hijriah dengan menggelar apel gabungan yang dirangkaikan dengan halal bihalal di Lapangan Upacara PPS, Rabu, 25 Maret 2026. Kegiatan tersebut diikuti ASN dari berbagai perangkat daerah dan dipimpin langsung oleh Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir bersama Wakil Bupati M. Fajar Aldila.
Bagi Pemkab Sumedang, apel perdana ini bukan sekadar rutinitas seremonial pembuka setelah libur panjang. Dony Ahmad Munir menekankan bahwa momen tersebut harus dimaknai sebagai titik konsolidasi untuk memulai kembali ritme kerja, memperkuat semangat kebersamaan, sekaligus menyatukan energi aparatur agar dapat langsung fokus pada tugas pemerintahan dan pelayanan publik.
Dalam arahannya, Dony mengajak seluruh ASN menjadikan halal bihalal sebagai ruang untuk saling memaafkan, baik secara lisan maupun dari hati. Menurutnya, suasana pasca-Ramadan harus menjadi bekal moral untuk membangun kerja yang lebih baik. Dengan kata lain, setelah libur usai, yang dibawa ke kantor bukan cuma wajah segar habis mudik, tetapi juga hati yang lebih ringan dan niat yang lebih bersih.
Dony juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai positif yang tumbuh selama Ramadan. Ia meminta ASN tidak menaruh semangat ibadah dan kebaikan hanya di bulan puasa, lalu meninggalkannya setelah Syawal berjalan. Nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, kepedulian, dan semangat gotong royong diharapkan tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari dan terutama dalam budaya kerja pemerintahan.
Penekanan lain yang disampaikan adalah soal etos kerja. Dony mengajak seluruh ASN bekerja lebih keras sekaligus lebih ikhlas. Baginya, dua hal itu harus berjalan bersama. Bekerja keras tanpa keikhlasan mudah berubah jadi beban, sementara keikhlasan tanpa kerja nyata hanya akan terdengar bagus di pidato. Karena itu, ia ingin aparatur memadukan semangat, integritas, dan kesungguhan dalam memberi layanan terbaik kepada masyarakat.
Pada hari pertama masuk kerja ini, bupati dan wakil bupati juga melakukan pengecekan langsung kehadiran ASN di lapangan. Langkah ini menunjukkan bahwa pesan disiplin tidak berhenti di podium apel, tetapi langsung diterapkan dalam bentuk pengawasan nyata. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh jajaran kembali bekerja dengan cepat dan tidak berlama-lama terjebak suasana libur.
Dony bahkan menegaskan bahwa Sumedang harus segera “tancap gas” setelah Lebaran. Pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan masyarakat tidak boleh ikut berhenti hanya karena sebelumnya ada cuti panjang. Pesan ini menempatkan hari pertama kerja sebagai momentum percepatan, bukan transisi lambat. Singkatnya, ASN diminta segera move on dari ketupat ke target kerja.
Ia juga mengingatkan bahwa ASN yang tidak hadir tanpa keterangan jelas akan dikenai sanksi. Sikap ini menunjukkan bahwa pemerintah daerah ingin membangun kombinasi antara semangat kebersamaan dan disiplin yang tegas. Halal bihalal boleh penuh kehangatan, tetapi urusan tanggung jawab pekerjaan tetap tidak bisa ditawar.
Melalui apel gabungan perdana tersebut, Pemkab Sumedang berharap seluruh ASN memulai masa kerja pascalibur dengan semangat baru, integritas yang lebih kuat, serta komitmen yang nyata untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Jika pesan-pesan yang disampaikan benar-benar dijalankan, maka apel ini bukan cuma pembukaan rutinitas, tetapi titik dorong agar birokrasi Sumedang bergerak lebih cepat dan lebih solid sepanjang tahun.






