Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyiapkan rest area khusus untuk mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2026. Fasilitas ini dioperasikan mulai H-7 hingga H+7 dan ditujukan sebagai tempat singgah aman bagi pemudik yang melintas di wilayah Bojonegoro.
Lokasi rest area berada di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor milik Dinas Perhubungan Kabupaten Bojonegoro, tepatnya di Jalan Raya, Desa Sukowati, Kecamatan Kapas. Titik ini dipilih karena dinilai strategis untuk dijangkau pengguna jalan yang membutuhkan waktu istirahat di tengah perjalanan panjang.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan Bojonegoro, Evie Octavia Marini, menjelaskan bahwa rest area tahun ini tidak berdiri sendiri. Pemerintah daerah membangunnya melalui sinergi lintas pihak, termasuk dengan Pos Pelayanan Polres Bojonegoro yang berada di lokasi yang sama.
Kolaborasi tersebut dilakukan agar pelayanan kepada masyarakat lebih maksimal selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dengan keberadaan rest area dan pos pelayanan dalam satu area, pemudik bisa memperoleh manfaat ganda, mulai dari tempat rehat hingga dukungan keamanan dan penanganan awal bila diperlukan.
Evie menyebut dukungan operasional rest area tidak hanya berasal dari Dishub, tetapi juga dari banyak unsur lain. Sejumlah organisasi perangkat daerah, perbankan, BUMN, dan pihak swasta turut membantu sarana, prasarana, hingga logistik yang dibutuhkan agar pelayanan berjalan lancar selama masa mudik berlangsung.
Bentuk dukungan tersebut cukup beragam. Beberapa perusahaan, misalnya, berpartisipasi dengan menyediakan makan dan minum gratis bagi pemudik yang singgah. Bantuan semacam ini penting karena istirahat bukan cuma soal berhenti sebentar, tetapi juga soal memulihkan tenaga agar perjalanan tetap aman. Kalau badan sudah capek dan perut kosong, jalanan bisa terasa dua kali lebih panjang.
Selain dukungan logistik, operasional rest area juga diperkuat kolaborasi lintas bidang di internal Dinas Perhubungan serta sejumlah OPD Pemkab Bojonegoro. Dinas Lingkungan Hidup membantu penataan tanaman, Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya mendukung penerangan, sementara BPBD, Damkar, ORARI, Dinas Kesehatan, PMI, dan peserta magang Politeknik Pelayaran ikut terlibat untuk aspek keamanan dan pelayanan kesehatan.
PLN pun dilibatkan untuk memastikan suplai listrik tersedia dan stabil selama rest area beroperasi. Kehadiran listrik yang memadai sangat penting karena menunjang penerangan, perangkat pelayanan, dan fasilitas dasar lain yang dibutuhkan pemudik saat singgah pada siang maupun malam hari.
Melalui kerja sama berbagai pihak ini, Pemkab Bojonegoro berharap rest area tersebut tidak sekadar menjadi tempat berhenti, melainkan benar-benar menjadi titik istirahat yang nyaman dan fungsional. Dengan demikian, perjalanan pemudik selama Lebaran 2026 dapat berlangsung lebih aman, lebih tertata, dan tentu saja lebih manusiawi.






