Program mudik gratis dari Pemerintah Kota Cimahi kembali jadi sorotan menjelang Idulfitri 1447 H. Kali ini angkanya mencolok: sebanyak 720 warga diberangkatkan sekaligus, menjadikan pelaksanaan tahun ini disebut sebagai rekor baru dari sisi jumlah peserta dan armada.
Keberangkatan ratusan pemudik itu dipusatkan dalam satu rangkaian pemberangkatan terkoordinasi. Pemerintah menyiapkan 15 bus, lalu melepasnya secara bertahap agar arus keluar lokasi tidak menumpuk dan pengawasan petugas tetap maksimal.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar “ngasih tumpangan gratis”. Menurutnya, mudik gratis adalah intervensi keselamatan, terutama untuk warga yang selama ini mengandalkan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh.
Ia menekankan, setiap musim mudik selalu ada risiko kecelakaan yang meningkat, dan pengguna roda dua sering menjadi kelompok paling rentan. Karena itu, menghadirkan pilihan transportasi yang lebih aman, nyaman, dan terorganisir dinilai sebagai langkah konkret yang dampaknya bisa langsung dirasakan.
Dari sisi rute, panitia membagi perjalanan ke dua jalur utama. Jalur utara mengarah ke Semarang melalui Cirebon, sedangkan jalur selatan menuju Solo melalui Yogyakarta. Pembagian ini dibuat untuk mengurangi kepadatan pada satu koridor dan memberi opsi sesuai tujuan akhir pemudik.
Selain keselamatan, aspek ekonomi ikut menjadi alasan kuat. Menjelang Lebaran, harga tiket dan ongkos perjalanan kerap naik, dan ini memberatkan pekerja sektor informal maupun keluarga yang harus mengatur biaya pulang kampung sekaligus kebutuhan hari raya.
Antusiasme terlihat dari jumlah pendaftar yang disebut melampaui kuota. Kondisi itu mengindikasikan kebutuhan masyarakat terhadap mudik yang aman dan terjangkau masih tinggi, sekaligus menjadi evaluasi bahwa layanan serupa perlu dipertahankan dan ditingkatkan dari tahun ke tahun.
Dalam pesannya, Adhitia mengingatkan peserta untuk menjaga kesehatan selama perjalanan, mematuhi aturan di bus, dan mengikuti arahan petugas. Targetnya sederhana tetapi penting: semua berangkat selamat, tiba selamat, dan nantinya bisa kembali ke Cimahi dalam keadaan baik.
Ia juga memberi pengingat tambahan untuk warga yang meninggalkan rumah saat libur Lebaran. Menutup rapat akses rumah, memastikan listrik dan kompor aman, serta koordinasi dengan lingkungan setempat dinilai perlu untuk mencegah potensi tindak kriminal selama rumah ditinggal mudik.
Dengan skema rute yang jelas, armada yang disiapkan, dan pengawasan bertahap, mudik gratis Cimahi tahun ini diposisikan sebagai paket lengkap: lebih aman daripada naik motor jarak jauh, lebih ringan bagi dompet, dan lebih tertib untuk semua.






