Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila memberi penegasan keras terkait dana Program Indonesia Pintar (PIP): jangan ada yang “mengutak-atik”, apalagi memotong dana yang sudah disalurkan untuk siswa penerima. Pesan itu disampaikan dalam silaturahmi bersama kepala sekolah dan perwakilan orang tua penerima PIP Tahun 2025 jalur aspirasi, di Aula Tampomas PPS, Selasa (10/3/2026).
Fajar meminta Dinas Pendidikan mengawal amanah PIP sampai ke tangan penerima sesuai haknya. Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar menjaga kepercayaan publik, karena PIP adalah bantuan pendidikan yang sensitif dan menyangkut masa depan anak.
“Kepada para sekolah saya minta jangan sampai PIP ini disalah gunakan… Jangan sampai terjadi PIP disalah gunakan seperti memotongnya,” tegas Fajar di hadapan peserta.
Ia menilai penyalahgunaan dana bantuan pendidikan bukan hanya melanggar etika, tetapi juga menghambat upaya keluarga memastikan anak tetap sekolah. Karena itu, Fajar mendorong orang tua untuk aktif mengawasi, bertanya, dan berani menolak jika ada pihak yang mencoba mengambil bagian dari bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar juga mengajak semua pihak memikirkan pendidikan generasi muda Sumedang secara berkelanjutan. Ia menekankan kebutuhan dukungan untuk anak-anak SD, SMP, hingga SMA agar akses pendidikan semakin terbuka, terutama bagi keluarga yang membutuhkan.
Anggota DPR RI Farah Putri Nahila turut menyampaikan bahwa penyaluran PIP di Sumedang pada tahap ini mencapai 644 penerima dari jenjang SD dan SMP. Ia meminta doa agar kuota bisa bertambah pada periode berikutnya dan manfaatnya makin luas.
Farah menjelaskan, usulan awal yang ia perjuangkan untuk Sumedang mencapai 1.045 siswa SD dan SMP. Setelah diverifikasi di tingkat pusat, realisasi yang lolos sebanyak 644 siswa. Sisa usulan yang belum terakomodasi disebut akan terus dikawal untuk peluang tahap berikutnya.
Forum silaturahmi ini juga menjadi ruang mengingatkan bahwa PIP adalah dana untuk kepentingan siswa: membeli perlengkapan sekolah, membantu biaya penunjang belajar, dan mengurangi beban orang tua. Jika dana ini dipotong, yang terpotong bukan cuma rupiahnya—semangat belajarnya juga bisa ikut terkikis.
Dengan penegasan ini, Pemkab berharap penyaluran PIP berjalan bersih dan tepat guna. Pesannya sederhana: PIP itu untuk anak sekolah, bukan untuk “anak tangga” oknum yang mau naik lewat potongan.






